UTAMA

Semester I Tahun 2023,  Ada 1.064 Kasus dan Empat Kematian Akibat DBD di Sumbar

12
×

Semester I Tahun 2023,  Ada 1.064 Kasus dan Empat Kematian Akibat DBD di Sumbar

Sebarkan artikel ini

Apalagi kata Riene, pada musim pancaroba ini, nyamuk Aedes Aegypti berkembang dengan cepat, karena banyaknya genangan-genangan air menjadi tempat nyamuk berkembang biak. “Kita memang fokus untuk melakukan pencegahan guna menekan peningkatan kasus DBD di Sumbar. Bahkan, Dinkes Sumbar pun juga terus melakukan koordinasi dengan Dinkes di kabupaten/kota agar kasus DBD ini bisa ditekan,” ujarnya.

Berdasarkan Pedoman Pencegahan dan Pengendalian penyakit demam berdarah maka semua kabupaten/kota diharuskan untuk melaksanakan 3M plus dengan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J) untuk pencegahan DBD. Karena kegiatan ini yang paling efektif dan efisien sampai saat ini. 

G1R1J dengan 3M Plus, untuk pemantauan jentik pemberantasan sarang nyamuk dengan kegiatan menguras dan membersihkan wadah yang sering dijadikan tempat penampungan air (bak mandi, ember, tempat penampungan air minum, dan lain-lain). “Menutup rapat-rapat tempat penampungan air. Mendaur Ulang/Memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD,” katanya.

Baca Juga  Heroik! Briptu Fandri Irawan Sisihkan Gaji Menolong Warga Kurang Mampu

Sedangkan yang Plus seperti menaburkan bubuk larvasida di tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, dan menanam tanaman pengusir nyamuk. “Selain itu juga bisa dengan mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi sarang nyamuk. 

Riene juga mengingatkan bahwa DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi oleh virus dengue dan akan mengakibatkan berbagai gejala. Gejala DBD antara lain demam tinggi secara tiba-tiba, sakit kepala parah, nyeri di bagian belakang mata, nyeri otot dan sendi, lemas, mual, muntah, mudah memar. Bahkan akan munculnya bintik-bintik di kulit, hingga pendarahan ringan di sekitar gusi dan hidung. “Yang perlu diwaspadai adalah komplikasi dari DBD, yaitu perdarahan berat, syok, hingga kematian,” katanya. 

Baca Juga  LIGA 2: Kenneth Ikechukwu Kembali Garang, Semen Padang FC Gasak Tuan Rumah PSPS Riau 0-2

Waspada DBD Saat El Nino

Sementara itu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Imran Pambudi, MPHM meminta masyarakat waspada memasuki El Nino. Pasalnya, nyamuk dengue akan semakin ganas bila berada di suhu cuaca yang tinggi.