Diketahui, dalam aksi unjuk rasa hari ketiga itu, ratusan masyarakat Jorong Pigogah Patibubur, Nagari Air Bangis masih terus menyuarakan penolakannya terhadap rencana kehadiran Proyek Strategis Nasional (PSN) Aia Bangih.
Rencana pembangunan mega proyek senilai Rp1.500 triliun itu, berawal dari usulan Gubernur Sumbar kepada Kementerian Maritim dan Investasi (Kemenkomarves) RI terkait Proyek Strategi Nasional (PSN) kawasan industri bagi PT Abaco Pasifik Indonesia di Nagari Aia Bangih.
Wacana pembangunan PSN ini, ditolak lantaran kehadirannya akan menggusur pemukiman, kebun, sarana ibadah, pendidikan dan situs Budaya masyarakat lainnya yang berada diatas lahan sekitar 30 ribu hektar yang ada di Nagari Aia Bangih.
Aksi unjuk rasa itu, juga dilatar belakangi oleh penangkapan enam orang Toke dan sopir yang hendak membeli hasil panen ladang masyarakat yang diklaim pemerintah ditanam diatas lahan yang berada didalam kawasan hutan produksi.
Hingga Berita ini diturunkan, massa aksi masih bertahan menunggu kedatangan Gubernur Mahyeldi Ansharullah. Mereka terlihat duduk berjajar diatas aspal sembari membentangkan barikade dari tali rafia untuk mencegah gerakan mereka disusupi provokator. (*)





