Dalam hal pariwisata, dua daerah memiliki potensi dan pesona masing-masing sehingga bisa saling berbagi ilmu dan informasi untuk pengembangan sektor tersebut.
Sementara itu, Wakil Gubernur Phnom Phen, Imran Hassan menyebut, pihaknya sangat antusias dengan LOI yang telah ditandatangani tersebut dan berharap kerja sama dua daerah bisa terjalin lebih erat.
Ia menyebut, Phnom Phen adalah daerah yang memiliki sejarah peradaban sejak 1432 atau telah berumur 560 tahun dan sekarang terus berkembang. “Kerja sama dengan Sumbar tidak hanya didukung oleh Pemprov Phnom Phen tapi juga didorong oleh PM Kamboja, Hun Sen,” katanya.
Menteri Senior Kamboja, Oknha Datuk Dr Othsman Hassan menyebut, Bank Dunia telah merilis laporannya yang menyatakan bahwa Kamboja adalah salah satu negara dengan laju pertumbuhan yang baik.
Masyarakat muslim di Kamboja meskipun minoritas mendapatkan perlakuan yang sangat baik dari pemerintahan PM Hun Sen sehingga cukup banyak organisasi Islam yang berdiri di negara itu. “Diharapkan kerja sama dengan Sumbar akan membawa keuntungan bagi kedua belah pihak,” katanya.
Ia juga berharap ke depan beasiswa bagi mahasiswa Kamboja yang kuliah di Sumbar bisa terus ditingkatkan dan tidak hanya terhadap mahasiswa Muslim tetapi juga nonmuslim.





