HAN adalah momentum penting untuk menggugah kepedulian dan partisipasi seluruh bangsa Indonesia dalam menghormati, menghargai, dan menjamin hak-hak anak tanpa membeda-bedakan atau diskriminatif. Kemudian, memberikan yang terbaik untuk anak serta menjamin semaksimal mungkin kelangsungan hidup dan tumbuh kembangnya.
Ia mengatakan, anak-anak PAUD, kelompok bermain, taman penitipan anak, dan satuan sejenis bukan hanya tanggung jawab Dinas Pendidikan. Tapi sudah merupakan tanggung jawab semua pihak karena pendidikan anak-anak usia dini sangat menentukan karakter anak anak Kabupaten Dharmasraya ke depan yang akan menjadi generasi penerus bangsa.
Oleh sebab itu, sebagai orang tua, guru, satuan PAUD, dan mitra atau masyarakat bertanggung jawab terhadap pemenuhan hak-hak anak sebagaimana mestinya, antara lain mendidik anak dengan baik, memberikan pelajaran budi pekerti yang mulia, mengajarkan kepada anak segala sesuatu yang memberi manfaat kepada agamanya, Tanah Airnya. dan sumber penghidupannya.
“Hari ini pun begitu banyak masalah yang harus dihadapi oleh negara terkait masalah kesehatan. Untuk membantu negara dan pemerintah dalam mengatasi persoalan ini, maka orang tua harus turut serta ambil bagian dalam mengatasi masalah kesehatan ke depan bagi anak-anak,” katanya.
Perkembangan teknologi dan pengetahuan menjadikan peran serta orang tua dalam pertumbuhan dan perkembangan anak ke arah yang lebih baik. Orang tua harusnya lebih intens dan ekstra mengawasi dan juga membatasi penggunaan gawai dan ponsel pintar (smartphone) karena sangat berpengaruh dengan perkembangan otak anak -nak yang dalam usianya dituntut lebih banyak bermain dengan teman sebayanya. “Khusus kepada anak anak kami rajinlah belajar, dirikan salat, dan jaga kesehatan kita agar menjadi manusia yang berguna bagi nusa dan bangsa,” ucapnya. (*)





