PARIWISATA

Pariwisata dan Produk Ekonomi Kreatif Unggulan Ranah Minang Dipamerkan di Kamboja

0
×

Pariwisata dan Produk Ekonomi Kreatif Unggulan Ranah Minang Dipamerkan di Kamboja

Sebarkan artikel ini

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sumbar, Asril menambahkan, selain ajang promosi potensi pariwisata, ekonomi kreatif dan UMKM Sumbar, pihaknya juga menjadikan ajang ITTP sebagai forum promosi kualitas dan mutu pendidikan tinggi Sumatra Barat kepada dunia.

“Kita juga membawa perwakilan dari Universitas Negeri Padang (UNP) yang mempresentasikan program pendidikan jenjang S1.S2 dan S3 beserta penawaran beasiswa Full dan parsial yang tersedia di UNP,” jelasnya.

Sementara dalam upaya memberikan penjelasan yang lengkap terkait akses dan akomodasi wisata bagi para calon wisatawan mancanegara ke Sumbar, pihaknya juga melibatkan perwakilan pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumbar.

Baca Juga  Siapkan Daya 6.772 MW, PLN Jamin Listrik Tanpa Kedip saat ETWG G20 di Jateng dan DIY

Lanjut ia jelaskan, The 14 th ITTP kali ini, sengaja mengambil tema”Let’s Go to Indonesia”.
Pemilihan tema ini bertujuan mendorong pelaku bisnis, wisatawan dan pelajar Kamboja untuk datang ke Indonesia untuk berbisnis, berwisata dan belajar.

“Kegiatan diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan angka perdagangan Indonesia – Kamboja, kunjungan wisatawan dan jumlah pelajar Kamboja yang menempuh pendidikan di Indonesia,” jelasnya.

Ia membeberkan, kegiatan ITTP dikemas dalam bentuk Direct Sales, Business Matching, Mini Edufair, promosi pariwisata, seni budaya dan kuliner. Dalam acara ini, KBRI Phnom Penh selaku penyelenggara menyediakan 40 Booth Gratis selama tiga hari bagi pengusaha, institusi pendidikan dan perwakilan pemerintah negara yang ambil bagian,

Baca Juga  Menparekraf Sandiaga Uno Dukung Geowisata Batu Angus Ternate Jadi Geopark Nasional

“Pameran internasional ini dihadiri 6.000 orang pengunjung. Bagi Sumbar event ini cukup strategis, apalagi Kamboja adalah salah satu negara dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia, yaitu sebesar 7.7% dari tahun 1998 hingga tahun 2019,” pungkasnya. (fzi).