Sebelumnya, Plt Kepala BKPSDM Kota Padang, Arfian, menuturkan, hal ini sejalan dengan instruksi Kemenpan-RB. Pemerintah Kota Padang dapat petunjuk dari Kemenpan RB, pihaknya fokus pada tenaga P3K. “Jadi, intinya kita sudah menerima formasi dari Kemenpan-RB untuk memasukan P3K yang terfokus pada tenaga pendidikan, tenaga kesehatan, tenaga teknis,” katanya.
Arfian menuturkan, berdasarkan cermatnya saat ini Pemerintah Kota Padang sangat membutuhkan tenaga ASN. Namun, untuk mengisi kebutuhan tersebut tentunya harus berdasarkan keputusan dari pemerintah pusat. “Sebenarnya kita sangat butuh ASN baik tenaga P3K atau CPNS, dari hasil analisa jabatan dan beban kerja. Kota Padang, butuh 16 ribu PNS sementara yang ada sekarang baru ada 9 ribuan,” tuturnya.
Kata Arfian Kota Padang butuh mengisi kekurangan dari 7 ribu tenaga tersebut. Dibukanya peluang pengangkatan P3K nantinya diharap mampu menambah kekurangan tenaga ASN. “Kalau untuk CPNS tahun ini kita belum mendapat instruksi dari Kemenpan-RB. Maka dari itu dengan dibukanya P3K diharapkan dapat menambah kekurangan tenaga kita,” katanya.
572.496 ASN
Sementara itu, Pemerintah telah menetapkan sebanyak 572.496 formasi aparatur sipil negara (ASN) nasional 2023 (data per 1 Agustus 2023). Jumlah tersebut untuk formasi 72 instansi pemerintah pusat sebanyak 78.862 ASN, dan pemerintah daerah 493.634 ASN.
Alokasi formasi CPNS untuk pemerintah pusat terinci sebanyak 28.903 untuk CPNS dan 49.959 untuk PPPK. Adapun di pemerintah daerah dialokasikan khusus sebanyak 296.084 PPPK Guru, 154.724 PPPK Tenaga Kesehatan, dan 42.826 PPPK Teknis.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Abdullah Azwar Anas, menyatakan proses seleksi akan dimulai pada September 2023.





