Bidar Alam dianggap menjadi daerah yang aman bagi keberlangsungan Mr. Syafruddin Prawiranegara dalam menuntaskan mandatnya untuk mempertahankan hak kemerdekaan Indonesia tersebut. Bahkan ketika keberadaan para pejuang itu diketahui berada di Abai, masyarakat Bidar Alam rela menjemput dan mengamankan Syafruddin Prawiranegara ke Bidar Alam.
Kemudian juga ada sekitar tujuh rumah yang didiami dan sekaligus dijadikan tempat berkantor untuk keberlangsungan pemerintahan darurat tersebut.
Terlepas dari benar tidaknya cerita tersebut, setidaknya cerita rakyat yang terhubung dengan peristiwa PDRI itu memiliki arti dan makna mendalam bagi masyarakat dan Nagari Bidar Alam itu sendiri.
Cerita Bidar Alam keramat dengan Olang Barantai-nya memberikan arti penting bagi proses perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ada peristiwa terhubung yang dapat mengingatkan dan mengajarkan generasi muda, khususnya di Solok Selatan untuk menjaga semangat perjuangan dan menjaga budaya kearifan lokal.
Si Olang Barantai yang menjadi sebuah cerita kebanggaan masyarakat Bidar Alam setidaknya telah memberikan makna penting akan semangat perjuangan. Dari cerita rakyat itu dapat memantik kembali arti perjuangan yang begitu tinggi yang telah diberikan oleh masyarakat Bidar Alam kepada Indonesia.
Seperti halnya yang dituturkan Warni dengan semangatnya itu mampu menggerakkan dua hal yang patut dijaga. Pertama, merawat baik kearifan lokal budaya sebagai suatu kekuatan identitas budaya. Kedua menunjukkan betapa besarnya semangat, peran, pengorbanan, dan serta perjuangan yang telah diberikan demi bangsa Indonesia.





