POLITIK

PKS Kota Padang Targetkan 15 Kursi di DPRD

0
×

PKS Kota Padang Targetkan 15 Kursi di DPRD

Sebarkan artikel ini

HARIANHALUAN.ID – DPD PKS Kota Padang memasang sejumlah target untuk Pemilu 2024. Hal itu disampaikan Ketua DPD PKS Kota Padang, Muharlion yang ditemui Haluan di ruangannya pekan lalu.

“Target pemilu mendatang untuk DPRD Kota Padang 15 kursi, untuk pilkada di Kota Padang target kita tentu saja posisi wali kota, kalau provinsi gubernur, serta memenangkan Anies Baswedan seagai Presiden di Kota Padang,” kata Muharlion.

Untuk mencapai target-target tersebut, DPD PKS Kota Padang menyiapkan berbagai strategi.

“Kita melaksanakan banyak kegiatan, kader wajib turun ke lapangan, minimal satu kali sebulan. Jelang pemilu kita tingkatkan, seminggu sekali,” ujarnya.

Baca Juga  Mantan Tokoh PKS Sijunjung Perjuangkan Kemenangan Epyardi-Ekos

Kemudian tokoh partai diminta turun membela masyarakat. “Seperti Buya Mahyeldi yang banyak turun ke Kota Padang. Bakal Calon Anggota Dewan (BCAD) juga harus turun ke lapangan sesuai dengan target sudah disusun,” katanya.

Namun, sambung Muharlion, intinya adalah memaksimalkan pelayanan kepada rakyat dan memaksimalkan pembelaan kepada rakyat. Untuk itu, DPD PKS memaksimalkan memanaskan mesin partai hingga ke akar rumput.

Terkait Pilkada Kota Padang, kata Muharlion, DPD PKS Kota Padang telah menyiapkan kader-kader terbaik untuk menduduki kursi wali kota.

Muharlion juga menyebut sejumlah nama yang potensial dari internal partai mulai bermunculan. Diantaranya, ia sendiri, Muhidi, Bustami, Rahmat Seleh.

Baca Juga  Tim Gabungan Maksimalkan Distribusi Logistik Melalui Jalur Darat ke Daerah Terdampak di Palembayan

“Namun, bakal calon pastinya sedang proses pembahasan, Oktober atau November PKS melaksanakan launching (peluncuran) pilkada serentak secara nasional. Di sana nanti diumumkan calon kita. Kita masih menunggu petunjuk DPP PKS,” tuturnya.

Muharlion tak menampik kemungkinan PKS membuka pintu bagi calon wali kota dari tokoh eksternal PKS, terrmasuk bagi Hendri Septa.

“Dalam politik itu tidak ada titik. Saya katakan tidak, nanti menjelang hari H ternyata iya. Peluang tidak boleh ditutup. Namun harus diingat, kita tetap memprioritaskan kader kita. Apalagi kalau bisa mengusung sendiri, tergantung hasil pileg,” tuturnya menutup. (h/yes)