Bagaimana peluang 20 mantan kepala daerah itu? Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Consulting, Arifki Chaniago menilai, tidak ada garansi mantan kepala daerah yang memutuskan maju sebagai calon legislatif (caleg) pada pemilihan legislatif (pileg) Tahun 2024 mendatang akan bisa menang dan terpilih dengan mudah.
Arifki menyebut, hal itu telah terbukti dengan kekalahan yang dialami oleh mantan Wali Kota Padang dua periode, Fauzi Bahar dan Mantan Bupati Tanah Datar, Shadiq Pasadiqoe pada Pileg 2019 silam.
“Kekalahan dua orang mantan kepala daerah ini menunjukkan bahwa status kepala daerah bukanlah garansi. Apalagi jika mereka telah jeda cukup lama sebagai kepala daerah,” ujarnya kepada Haluan Senin (28/8).
Ia melanjutkan, ketika seorang politisi telah jeda dalam rentang waktu yang cukup lama, jaringan dan basis massa yang selama ini telah terbentuk bakal terputus. Hal itu disebabkan karena masyarakat tidak lagi punya kepentingan dengan mereka.
“Makanya ada sejumlah kepala daerah yang masa jabatannya belum habis memutuskan maju menjadi caleg. Mereka ini tidak ingin ada jeda waktu dan ingin basis massa dan jaringannya tetap terawat,” ucapnya.
Secara psikologis, menurut Arifki, psikologi pemilih pada pileg akan sangat jauh berbeda dengan pilkada. Kemenangan di pilkada, kata dia, akan sangat ditentukan oleh sosok personal baru kemudian gagasan visi misi kemasyarakatan yang diusung kandidat.





