POLITIK

Melawan Politik Uang pada Pemilu 2024

1
×

Melawan Politik Uang pada Pemilu 2024

Sebarkan artikel ini
Pengamat Demokrasi Sumatera Barat, Samaratul Fuad

 Tidak berjalan dengan baiknya fungsi pendidikan politik parpol bagi masyarakat ini, kata Samaratul Fuad, disebabkan karena para  elite parpol serta para caleg yang saat ini foto wajahnya semakin menyesaki ruang publik,  hanya memikirkan bagaimana cara mendulang suara sebanyak-banyaknya dari masyarakat.

“Akhirnya  substansi berbangsa bernegara serta tujuan pemilu, tidak tercapai dan hanya akan menciptakan masyarakat pemilih yang berwatak pragmatis, transaksional dan bisa dibeli,” ucapnya

Rendahnya literasi politik masyarakat itu pun, kemudian diperparah dengan terjadinya  kekosongan hukum mengenai regulasi, aturan dan sanksi tegas  bagi para pelaku politik uang pada masa kampanye.  Kondisi ini membuat politik uang seperti kentut. Nyata terasa, tidak terlihat dan sangat sulit untuk dibuktikan. “Inilah yang membuat kualitas demokrasi kita terus terdegradasi. Bawaslu juga belum bekerja serius dalam melakukan pengawasan,” ucapnya.

Baca Juga  DPD PAN Padang Panjang Bagikan 3,5 Ton Beras

Samaratul Fuad menegaskan, Bawaslu yang notabene punya  kewenangan untuk menggerakkan panitia pengawas di tingkat  kecamatan, juga semestinya mengawasi betul proses sosialisasi politik yang dilakukan para caleg.

Jangan sampai, bahan sosialisasi Parpol hanya berisi soal koar dan raungan ‘pilih saya-pilih saya saja’. Media sosialisasi partai semestinya berisi konsep, wacana, ide, dan gagasan kesejahteraan rakyat yang bisa didiskusikan dan diperbincangkan masyarakat secara luas.