HARIANHALUAN.ID — Partai Perindo fokus dalam menyejahterakan masyarakat banyak melalui beberapa program unggulan. Hal ini sejalan dengan misi yang diusung partai tersebut yaitunya mengedepankan politik kesejahteraan.
Ketua DPW Partai Perindo Sumatera Barat (Sumbar) Hefri Admen Handra kepada Haluan, Selasa (29/8) di Padang mengatakan, beberapa program unggulan yang dimiliki Perindo yakninya pertama pemberdayaan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dan kedua pemberian kartu asuransi untuk anggota partai.
“Nah untuk yang pertama ini bentuknya adalah memberikan bantuan untuk pelaku UMKM, yang sudah kami lakukan yaitu memberikan bantuan berupa beberapa unit gerobak. Sementara untuk program ke dua, setiap kader partai mendapatkan KTA yang tidak hanya sekedar KTA biasa, melainkan KTA berasuransi yang di dalamnya terdapat asuransi kecelakaan dan juga santunan untuk ahli waris, Rp 300.000 untuk kecelakaan, dan Rp 3.000.000 untuk santunan ahli waris,” ujarnya.
Selanjutnya politisi asal Pesisir Selatan itu menyebutkan, total seluruh KTA berasuransi yang telah dibagikan di Sumatera Barat berada di angka 140.000 KTA, dan itu baru pembagian tahap pertama, sedangkan untuk pembagian selanjutnya dalam proses penyaluran melalui beberapa caleg DPR RI untuk Dapil 1 dan dapil 2.
Hefri Admen bicara Pemilu 2024, Partai Perindo Sumatera Barat menargetkan minimal bisa meraup 20 persen suara. Di Sumatra Barat secara keseluruhan, Partai Perindo kan sudah memiliki sebanyak 28 nama untuk caleg DPRD Provinsi Sumatera Barat, dan 220 nama untuk caleg DPRD kabupaten /kota, di antara 220 nama tadi itu terdapat dua nama yang tidak memenuhi syarat karena beberapa hal.
“Nah dengan jumlah caleg sebanyak itu, untuk mencapai target tadi tentu yang dibutuhkan sekarang adalah kerja sama, dan tugas utama kita adalah bagaimana menyosialisasikan program-program partai ke tengah masyarakat banyak,” jelasnya.
Selanjutnya ia juga mengatakan bahwa ada lima kabupaten/kota yang caleg Partai Perindo absen di daerah tersebut. Tapi meskipun begitu, Admen menjelaskan jika bukan berarti nanti saksi dari Partai Perindo juga absen di daerah itu, sebab masih ada caleg DPRD provinsi dan DPR RI. (h/mg-drp)





