UTAMA

Gerakan Pertanian Hijau Organik Keltan Gaduik Nan Limo Sakato Jadi Percontohan

0
×

Gerakan Pertanian Hijau Organik Keltan Gaduik Nan Limo Sakato Jadi Percontohan

Sebarkan artikel ini

Penggunaan kompos dan pupuk organik berbahan alami, sebut Martini,  akan memperbaiki unsur hara dan mikro organisme tanah  yang hilang akibat penggunaan pupuk dan pestisida kimia. 

” Jika unsur hara tanah bisa diperbaiki, Insyaallah apapun yang akan ditanam hasilnya akan baik. Kelompok Tani Gaduik Nan Limo Sakato telah membuktikan hal itu,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Ketua Kelompok Tani Gantiang Sepakat,  Erman (63) mengaku, pihaknya sangat tertarik dengan gerakan Tani Hijau Organik yang telah berhasil dipraktekkan  Kelompok Tani Gaduik Nan Limo Sakato. 

Baca Juga  Bahas Stunting, Ibu-ibu Menyusui Gelar Musyawarah Nasional di Bukittinggi

“Kedatangan kami adalah untuk belajar bagaimana caranya membuat kompos, DD Bacteria, PGPR, hingga Trychoderma yang sangat diperlukan untuk mengakali mahalnya harga pupuk kimia,” ucapnya. 

Erman meyakini, penggunaan pupuk Organik bisa menekan ongkos produksi, serta meningkatkan produktivitas dan umur tanaman pertanian pangan seperti padi, cabe, maupun tanaman buah dan sayur-sayuran. 

” Semoga kedepannya Keltan Gantiang Sepakat  bisa mengikuti jejak langkah Keltan Gaduik Nan Limo Sakato dalam membudayakan gerakan pertanian organik hijau,” pungkasnya. (*). 

Baca Juga  Disdikbud Bukittinggi Umumkan Pemenang Lomba Menulis tentang Alat Ukur Tradisional Minangkabau