PADANG, HARIANHALUAN.ID – Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Sumatera Barat terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pelaku usaha dalam menggerakkan perekonomian daerah dan masyarakat. Salah satunya melalui program 100 ribu entrepreneur.
Kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Sumatera Barat Novrial, mengatakan salah satu program unggulan Pemprov yaitu menciptakan 100 ribu entrepreneur milenial dengan pembentukan wirausaha baru dengan mendukung pelaku usaha yang melakukan hilirisasi hasil industri dan memfasilitasi terbentuknya eksportir di bidang perdagangan.
Lebih jauh Novrial menjelaskan, dalam melahirkan wirausaha baru sangat penting bagi pelaku usaha untuk memahami konsep perencanaan bisnis, sehingga profit yang dibuat dalam laporan sesuai dengan kaidah akuntansi. Termasuk juga pada aspek teknis produksi Kemudian promosi tentang memahami permintaan pasar dan terakhir fasilitas sumber pembiayaan. Dan melibatkan kelembagaan terkait untuk mendorong meningkatkan para wirausaha baru/
“Sekarang orang saat ini juga sudah mengukur sosial media, produk sudah masuk ke dalam marketplace atau belum, terkait hal itu kami memiliki kegiatan pendukung seperti pelatihan digital marketing, dan juga kami mengundang dari bank nagari dan bank BNI dari unit desa untuk menjadi sumber pembiayaan, agar memberikan kredit kepada wirausaha baru yang sesuai dengan syarat,” ujarnya.
Setelah itu, kata Novrial pihaknya juga melakukan monitoring sebanyak dua sampai tiga kali dalam setahun, agar pelaku usaha baru dianggap mampu masuk ke dalam persaingan bidang usaha.
“Wirausaha baru ini berfokus ke industri makanan olahan dan kriya fashion, karena pertama orientasi pasar untuk industri makanan olahan dan kriya fashion ini cukup banyak peminatnya, kedua Teknik produksinya sudah dikuasai,” ujarnya.
Novrial beranggapan, berbagai kegiatan pelatihan yang telah diselenggarakan berhasil hingga 50 persen, terutama dalam membantu pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya.
“Sebenarnya ada pembinaan lanjutan agar meningkatkan hasil dari kegiatan, namun terkendala pada sumber daya, kedepannya direncanakan membangun klinik wira usaha, agar pelaku usaha diskusi tentang permasalahan usaha nya,”ujarnya. (h/mg-dna)





