HARIANHALUAN.ID- Dalam rangka menyukseskan program merdeka belajar di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) dimana Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, danĀ Tekonologi melalui Balai Besar Penjamin Mutu Pendidikan Sumbar melaksanakan kegiatan pendampingan dan refleksi dalam mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan prestasi siswa melalui penguatan literasi dan numerasi (melintasi) kepada pemerintah daerah, masyarakat dan komunitas kelompok belajar di Pessel.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Saga Murni, 31 Agustus sampai 2 September 2023. Pesertanya unsur Pemkab diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Pessel, Mawardi Roska, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan diwakili Sekretaris Sudirman dan Kepala Bidang Sekolah Dasar Lendra, operator dapodik, pengawas SD, penggerak komonitas kelompok belajar, tiga wali nagari sebagai perwakilan dari 182 pemerintahan nagari, media Haluan dan pemerhati dunia pendidikan.
Kepala Balai Besar Penjamin Mutu Pendidian Sumbar Maslihuddin semua pihak terkait harus bergerak cepat dalam meningkatkan prestasi siswa dengan menguatkan literasi di sekolah, di lingkungan rumah tinggal dan numerasi dengan memperkuat ekosistem pendidikan.
” Alhamdulillah atas dukungan Bupati, literasi di Kabupaten Pesisir Selatan Lebih baik. Buktinya dengan digencarkannya program nagari bersekolah (pronasa) dimana Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan mendukung literasi dan numerasi siswa hinga prestasi siswa bisa meningkat prestasinya, ” katanya
Sudirman mengemukakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pessel menyambut baik kegiatan pendampingan dan refleksi dalam meningkatkan prestasi untuk menguatkan literasi dan numerasi kepada pemerintah daerah, wali nagari dan mayarakat serta komunitas kelompok belajar di Pessel. .
Komunitas kelompok belajar di Pessel pe terus bertambah jumlahnya dari waktu ke waktu yang awalnya hanya 6 komunitas belajar dan saat ini jumlah meningkat menjadi sekitar seratus.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pessel berkomitmen untuk terus mengarahkan cara belajar di semua sekolah melakukan literasi dan numerasi. Untuk kemampuan literasi atau membaca ini membutuhkan pengajaran bersifat literasi dan numerasi ini dengan cara bergerak bersama tidak hanya siswa, namun juga semua guru di sekolah.
” Pendidikan tidak selesai oleh pemerintah daerah saja, namun semua pihak kalangan masyarakat harus ikut bersama-sama mendukung program nagari bersekolah di Pessel, ” katanya.
Bupati Pessel Rusma Yul Anwar melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Pessel mengapresiasi kegiatan pendampingan dalam meningkatkan prestasi dengan cara menguatkan literasi dan numerasi kepada pemerintah dan masyarakat serta komunitas belajar di Pessel
Mawardi mencontohkan tokoh bangsa yang sukses karena literasinya hebat adalah Bung Hatta. Hatta menginspirasi banyak orang dalam literasi di Indonesia.
Malah ketika Bung Hatta kembali dari Belanda, beliau membawa kurang lebih 14 peti buku ukuran 1 x 1 meter, tingginya 1 meter. Tentu saja bagian dari kecintaan Bung Hatta kepada buku. (dul)





