PADANG, HARIANHALUAN.ID — Sentra Rendang yang berlokasi di Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang diharapkan menjadi ikon wisata kuliner baru. Tempat yang direncanakan beroperasi secara penuh pada 2024 mendatang itu akan menjadi tempat produksi, pemasaran kuliner, sekaligus menjadi tempat pelatihan dan pengembangan bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM).
“Pembuatan sentra rendang ini bermula dari ide ingin memindahkan pelaku usaha produksi rendang rumahan ke sentra, sentra rendang ini dibangun untuk mempersiapkan pelaku industri rendang agar bisa memperoleh sertifikat standar produksi,” ujar Kabid Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Padang, Emilda kepada Haluan, Selasa(29/8).
Ia menuturkan, hadirnya sentra rendang akan mendatangkan banyak kemudahan bagi pelaku usaha di bidang tersebut, diantaranya pelaku usaha akan mudah mendapatkan sertifikat standar pangan, mudah mendapatkan sertifikasi halal produk, dan bahkan mudah mendapatkan izin edar pemasaran dan penjualan produk.
“Proses untuk mendapatkan sertifikat halal dan izin edar bukan suatu hal yang mudah, apalagi produk yang bersifat olahan yang memakai bahan dasar daging dan turunannya, oleh pelaku usaha diarahkan memproduksi ke sentra rendang karena sudah sesuai dengan standar produksi,”ujarnya.
Lebih lanjut ia menyampaikan, sentra rendang ini secara fisik sudah terbangun sejak tahun 2022 dan asetnya sudah masuk ke Pemko. Namun untuk status operasionalnya tempat itu masih dalam tahap uji coba dan simulasi-simulasi.
“Kami sudah mempersiapkan pelaku usaha rendang, dan mengarahkan mereka untuk datang ke sentra rendang, agar tempat ini dapat di evaluasi perkembangannya, bangunan mana yang perlu ditambah, fasilitas apa yang perlu dilengkapi, karena tujuan hadirnya sentra rendang bagi pelaku usaha untuk mendapat perbedaan pengalaman antara memasak di rumah dan di sentra rendang,”ujarnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, Padang Ferri Erviyan Rinaldy menambahkan, sentra rendang yang ada di Lubuk Buaya, Kota Padang ini masih dalam tahap perlengkapan fasilitas. Semua itu bertujuan untuk mendukung kegiatan pelaku usaha nantinya.
“Kami menargetkan tahun 2024 sentra rendang ini dapat beroperasi secara penuh, kami mencoba memenuhi fasilitas memasak dengan kapasitas lebih besar dan dilengkapi dengan alat-alat yang modern, agar pelaku usaha dapat memproduksi dengan yang lebih besar,” ujarnya. (h/mg-dna)





