POLITIK

Menakar Dampak Perubahan Dukungan Politik di Sumbar, Usai Deklarasi Anies -Muhaimin

1
×

Menakar Dampak Perubahan Dukungan Politik di Sumbar, Usai Deklarasi Anies -Muhaimin

Sebarkan artikel ini
Anies - Muhaimin

Apalagi, sosok Anies Baswedan diasosiasikan sebagai representasi golongan Nasionalis. Sementara Cak Imin dianggap mewakili kalangan muslim religius. Makanya, berpasangan dengan Ketum PKB itu lebih logis dan menguntungkan bagi Anies Baswedan dan partai koalisi pendukung.

“Cak Imin memang berpeluang merebut suara di Jawa Timur. Namun, perlu diingat juga bahwa NU memiliki para Kyai yang rekomendasai politik mereka pasti akan sangat menentukan dukungan dari kalangan warga Nahdhatul Ulama,” jelasnya.

Jika akhirnya Muhaimin Iskandar gagal mendapatkan rekomendasi dari para Kyai sepuh NU atau kalangan Gusdurian pimpinan Yenny Wahid, kata Andi Rusta, koalisi yang hendak dibangun atas dasar politik aliran ini dapat dipastikan percuma dan  bakal gagal tercapai.

Baca Juga  Idul Adha 1446 H, H. Arisal Aziz Laksanakan Ibadah Haji dan Siapkan 40 Ekor Sapi Kurban di Sumbar

Sementara bagi PKS, lanjut Andi Rusta, merapatnya Cak Imin juga menjadi keuntungan politik. Terutama jika PKS bisa menjadikan momentum ini sebagai bahan kampanye yang menyatakan  bahwa gap antara PKS dan kaum Nahdliyin telah berakhir.

“Strategi Anies memilih Cak imin juga sangat mumpuni. Setidaknya bisa memecah suara di Jawa Timur sehingga tidak semerta-merta menjadi zona pertarungan antara Prabowo Subianto dan ganjar Pranowo saja.” jelasnya.

Meski demikian, menurut Andi Rusta perkembangan situasi politik terkini jelang Pilpres 2024 selama beberapa hari kedepan  masih akan sangat dinamis.  Gambaran reaksi dan keberhasilan strategi politik deklarasi  pemasangan Anies Baswedan dan Cak Imin ini, baru akan terlihat usai adanya rilis survei resmi dari lembaga survei,

Baca Juga  Pimpinan DPRD Dharmasraya Ade Sudarman Anwar, Apresiasi Kedatangan Perwakilan Mahasiswa dan OKP