Sehingga dari pelaksanaan tradisi Mambantai Kabau nan Gadang yang ke-62 ini diharapkan dapat terus terawat dan terjaga sebagai sebuah kolektivitas masyarakat Simancuang.
Selaku pemerintah daerah, Bupati Solok Selatan, Khairunas mengapresiasi pelaksanaan tradisi Mambantai Kabau nan Gadang di Simancuang Alam Pauh Duo ini yang melibatkan semua lapisan masyarakat yang saling bahu-membahu dalam melaksanakannya.
“Tradisi Mambantai Kabau nan Gadang merupakan warisan budaya yang terus dilaksanakan. Bukan hanya sekadar sebagai wujud rasa syukur, tapi tradisi ini mengajarkan semangat nilai kebersamaan dan gotong royong,” katanya.
Terlebih inilah yang diharapkan pemerintah daerah dalam upaya dan kinerja terhadap pembangunan. Sebab dari tradisi Mambantai Kabau nan Gadang ini sangat menggambarkan sebuah contoh kecil dari nilai gotong royong yang menunjukkan bahwa tidak ada yang bisa dicapai selagi itu dilakukan secara bersama.
“Dan dari gambaran sederhana inilah yang kami harapkan selaku pemerintah daerah terhadap upaya pembangunan. Pembangunan daerah itu harus dicapai dengan kebersamaan. Contoh kesederhanaan dan gotong royong inilah yang kita inginkan untuk dapat diterapkan dalam kinerja super tim kita di pemerintahan agar pembangunan itu tercapai,” ujarnya. (*)





