SUMBAR

FKIKSP Berikan Pelatihan Buat Mie Sehat bagi Kelayan PSKW Andam Dewi

0
×

FKIKSP Berikan Pelatihan Buat Mie Sehat bagi Kelayan PSKW Andam Dewi

Sebarkan artikel ini
Penasehat FKIKSP Prof. Dr. dr. Rizanda Machmud, M.Kes, menyerahkan bantuan kepada Kepala UPTD PSKW Andam Dewi Djefrizal Amir . IST

Ketua Umum FKIKSP Dina Very Sarvino menambahkan bahwa selain memberikan pelatihan, FKIKSP juga memberikan peralatan dan bahan-bahan pembuatan mie sehat. Tujuannya, agar pelatihan pembuatan mie sehat ini bisa dilaksanakan secara berkesinambungan.

“Nah, di PSKW Andam Dewi ini kan ada instruktur tata boganya juga. Jadi, untuk pelatihan selanjutnya nanti akan dilanjutkan oleh instruktur yang ada di sini. Untuk resepnya juga sudah kami siapkan dan serahkan ke instrukturnya,” kata Dina.

Dina juga menyebut bahwa dalam kunjungan ke tempat pelayanan rehabilitasi sosial PSKW Andam Dewi ini, FKIKSP bekerjasama dengan CSR PT Semen Padang dan didukung mitra (BSI dan Bank Nagari) menyerahkan bantuan dari berupa karpet mushala, kursi tunggu, oven gas, dispenser, selimut, jaket dan ampia.

Baca Juga  Bangun Zona Integritas, Kanwil Kemenkumham Sumbar Tandatangani Komitmen Bersama

“Mudah-mudahan, berbagai bantuan ini bermanfaat untuk kemandirian para kelayan yang ada di panti sosial ini. Terutama ampia dan oven yang tentunya dapat bermanfaat untuk pelatihan membuat aneka cake, termasuk membuat mie sehat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPTD PSKW Andam Dewi Djefrizal Amir mengucapkan terima kasih kepada rombongan FKIKSP dan CSR PT Semen Padang yang telah datang berkunjung ke PSKW Andam Dewi untuk memberikan bantuan dan pelatihan pembuatan mie sehat.

“Kami berterima kasih atas kunjungannya. Jangan sampai sekali ini saja. Kalau bisa, mari kita terus berkolaborasi untuk kemandirian para kelayan yang ada di panti ini. Karena, kami di UPTD butuh dukungan dari banyak pihak,” kata Djefrizal.

Baca Juga  Hari Pertama Pendaftaran, KPU Kota Solok Belum Didatangi Paslon Cakada

Saat ini, kata Djefrizal melanjutkan, jumlah kelayan yang ada di panti ini sebanyak 40 orang, sesuai jumlah daya tampung. Usianya 15-25 tahun. Rata-rata kelayan ini menjalani rehabilitasi minimal 4 bulan.

Selama berada di sini, aktivitas mereka diatur selama 24 jam. Mulai dari bimbingan sosial keagamaan seperti solat 5 waktu, baca surat Yasin, hafalan ayat-ayat pendek, hafalan salat jenazah, dan ceramah agama.

Kemudian, juga ada kegiatan senam, serta bimbingan keterampilan seperti merajut, bertani, beternak ikan dan tata boga. “Nah, untuk pelatihan membuat mie sehat dari FKIKSP ini tentunya akan menjadi program tambahan untuk tata boga,” pungkas Djefrizal. (h/dan)