HARIANHALUAN.ID — Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Padang Pariaman akan membangun batu grip di sepuluh titik setelah abrasi menggerus Pantai Nagari Manggopoh Palak Gadang.
“Supaya kerusakan bibir pantai tidak semakin parah, kita akan siapkan batu grip di sepuluh titik,” Kata kepala BPBD Padang Pariaman, Budi Mulya kepada Haluan, Senin (18/9).
Sebelumnya daerah tersebut mengalami kejadian abrasi bibir pantai, Jumat (15/9), menyebabkan kerusakan bibir pantai sepanjang satu kilometer. “Abrasi dipicu oleh angin kencang dan gelombang laut yangg tinggi,” Kata Budi Mulya.
Dijelaskannya, BPBD Padang Pariaman telah melakukan asesmen pada Jumat siang, untuk berkoordinasi dan mendata kerugian akibat abrasi.
“BPBD Padang Pariaman berkoordinasi dengan pemerintah Nagari setempat. Selanjutnya Satgas TRC PB BPBD Padang Pariaman langsung menuju ke lokasi guna melakukan pendataan,” terangnya.
Akibat peristiwa ini satu rumah dan dua warung milik warga terdampak dan mengalami kerusakan parah dengan kerugian sekira Rp 100 juta.
Sementara itu, Wali Nagari Nagari Manggopoh Palak Gadang, Syofyan berharap ada tindakan cepat yang dilakukan oleh pemerintah Padang Pariaman.
“Abrasi sering terjadi disini yang mengakibatkan kerusakan pantai dan rumah-rumah warga, sehingga perlu antisipasi yang dilakukan oleh pemerintah seperti meletakan batu untuk penahanan abrasi,” Ujar Syofyan.
Ia menambahkan agar warga dan rumah warga yang rusak ada bantuan dari pemerintah serta donatur lainnya. “Agar warga bisa berusaha dengan berjualan lagi, berharap ada yang bisa membantu mereka,” tambah Syofyan.
Pantai ini hanya berjarak satu kilometer dari Makam Syekh Burhanuddin Ulakan yang sering dikunjungi oleh peziarah dari berbagai daerah. (h/ahr)





