Ayo Baca Koran Harian Haluan

Edisi 1 Januari 1970
UTAMA

Tuntutan Masyarakat Adat Dikabulkan JICA, Trase Tol Seksi Payakumbuh-Pekanbaru Batal Lintasi 5 Nagari

0
×

Tuntutan Masyarakat Adat Dikabulkan JICA, Trase Tol Seksi Payakumbuh-Pekanbaru Batal Lintasi 5 Nagari

Sebarkan artikel ini
Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM RI Sumbar, Sultanul Arifin

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Perjuangan ribuan masyarakat adat dari lima nagari di Kabupaten Lima Puluh Kota yang menolak rencana kehadiran  jalan tol Padang-Pekanbaru trase I Pangkalan-Payakumbuh yang dikhawatirkan menggusur kampung mereka akhirnya berbuah manis. Japan International Cooperation Agency (JICA) selaku pihak yang telah ditunjuk pemerintah Indonesia untuk membangun jalan tol tersebut, akhirnya memutuskan mengalihkan trase mega proyek infrastruktur yang telah lama tertunda itu  ke tempat lain.

Keputusan itu keluar tidak lama usai Forum Masyarakat Terdampak Jalan Tol (Format) Lima Puluh Kota,  Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Friend of Earth (FoE) Japan serta Japan Tropical Forest Action (Jatan) melancarkan aksi penolakan di Ibukota Tokyo serta  menyampaikan aspirasi masyarakat terdampak jalan tol kepada Presiden JICA Senin, 6 Februari 2023 lalu.

Berdasarkan surat Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia (RI) Nomor 112/PM.00.00/3.5/IX/.2023 yang diterima Haluan, Komnas HAM Perwakilan Sumatra Barat  menyatakan telah meninjau langsung situasi dan kondisi di Nagari Gurun, Lubuak Batingkok, Koto Tangah Simalanggang, serta Taeh Baruah di Kabupaten Lima Puluh Kota.

Baca Juga  Yayasan Sumadi Salurkan Beasiswa bagi 171 Mahasiswa

“Selain turun langsung ke lapangan, Komnas HAM RI Perwakilan Sumbar juga telah turun ke lima nagari terdampak Jalan Tol Padang-Pekanbaru trase 1 Pangkalan-Payakumbuh bersama Bupati Lima Puluh Kota dan jajaran,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM RI Sumbar, Sultanul Arifin kepada Haluan Kamis (21/9).

Sultanul Arifin menjelaskan, JICA selaku kontraktor pembangunan jalan tol tersebut telah merespon aduan masyarakat dari lima nagari terdampak dengan cukup arif dan bijaksana. Tanggal 10 Juli lalu, perwakilan PT JICA telah datang dan beraudiensi terkait dengan pembangunan tiga trase yang bakal melalui Kota Payakumbuh menuju daerah Pangkalan.

Baca Juga  Pascabanjir dan Longsor, Pemprov Sumbar Prioritaskan Perbaikan Jalan dan Jembatan

“Terkait dengan kampung yang padat penduduk, masyarakat waktu itu bersama pemerintahan nagari telah sepakat dengan catatan pemerintah mesti melakukan sosialisasi dan survei secara bersama-sama,” ucapnya.