Selama empat hari, Sabtu – Selasa (16-19/9), perusahaan kosmetik terbesar di Indonesia, PT ParagonCorp, grup perusahaan asal Indonesia yang mengawali perjalanannya sebagai perusahaan kosmetik yang memproduksi brand pionir kosmetik halal, seperti Wardah, Kahf, Biodef, serta 10 brand lainnya, menggelar media gathering di Jakarta. Kegiatan ini diikuti 32 wartawan alumni Fellowship Jurnalisme Pendidikan- Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (FJP GWPP) batch I-IV yang didukung penuh oleh Paragon.
Wartawan Haluan, Atviarni, merupakan salah seorang alumni FJP-GWPP batch III yang ikut serta dalam gathering tersebut. Berikut laporannya dituliskan untuk pembaca dalam beberapa seri. Selamat mengikuti.
*****
JAKARTA, HALUAN – Siang baru saja menjelang, saat lima wartawan dari Padang turun dari pesawat di Bandara Soekarno Hatta, Sabtu (16/9). Mereka adalah, Yunisma (Singgalang), Deri Okta Zulmi (Singgalang) Zulkarnaini (Padang Ekspres), Rahmadi (mantan wartawan Langgam yang kini di Tribun Padang) dan Atviarni (Haluan). Di sana, mereka disambut Panitia Gathering Media ParagonCorp, dan bergabung dengan puluhan wartawan alumni FJP GWPP batch I-IV dari berbagai kota di Indonesia.
Paragoncorp sangat mendukung program FJP-GWPP yang telah meluluskan empat angkatan yakni Batch I pada Januari -April 2021 hingga Batch IV pada Februari-Mei 2022.
Ada dua agenda kegiatan hari pertama tersebut. Diawali dengan makan siang bersama para alumni FJP GWPP batch I-IV yang menjadi peserta gathering, bersama para mentor mereka, dan tentu saja Panitia Gathering dari ParagonCorp.
Kegiatan perdana ini dihadiri oleh Direktur Pelaksana FJP GWPP Nucholis MA Basyari, Head of CSR & Corporate Communication dari PT Paragon Suci Hendrina, Wakil Ketua Dewan Pers Agung Dharmajaya, Mentor FJP GWPP Frans Surdiasis, Haryo Prasetyo dan H Mohammad Nasir.
Direktur GWPP, Nurcholis MA Basyari, mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih, ParagonCorp sudah menjembatani kegiatan ini. Dimana, secara offlline seluruh jurnalistik yang ikut program GWPP, dapat berkumpul di satu tempat.
” Kegiatan pelatihan jurnalisme pendidikan saat pandemi dilaksanakan kurang lebih 3 bulan secara virtual untuk setiap angkatan (batch). Mulai dari batch I hingga batch IV berlangsung lancar. Alhamdulillah hari ini kita di fasilitasi PT. Paragon bertatap muka bertemu langsung dengan para alumni,” kata Direktur FJP-GWPP Paragon Nurcholis MA Basyari.
“Saya berharap, dengan adanya kegiatan ini, dapat mengikat tali silahturahmi antar mentor dan para lulusan batch,” katanya saat memberi sambutan dalam media gathering.
Menurut Dia, pembelajaran yang diberikan selama tiga bulan, secara daring, dapat diimplementasikan. Sehingga, tidak jalan di tempat.
Head of CSR & Corporate Communication ParagonCorp, Suci Hendrina, mengucapkan terima kasih kepada wartawan yang telah hadir dan menerima undangan silahturahmi dari Paragon.
“Selama media gathering, kami akan suguhkan beberapa kegiatan untuk pengetahuan wartawan tentang produk yang dikeluarkan oleh Paragon,” jelasnya.
Lebih lanjut, kata Dia, selama empat hari, mereka telah merangkai beberapa kegiatan. Selain mempererat tali silaturahmi antar media yang hadir, juga pengetahuan, bahwa vendor-vendor terkenal, bukan saja menjual produk mereka tetapi kepedulian mereka terhadap kemampuan guru dalam mengimplementasikan keilmuannya terhadap anak didiknya.
Suci Hendrina menambahkan, salah satu cita cita ParagonCorp adalah saling mengembangkan dan melalui FJP GWPP, Paragon ikut serta mencerdaskan masyarakat melalui goresan pena para jurnalis.
” Tulisan itu akan selalu tersimpan, maka itulah program ini dilakukan pada saat pandemi, jadi kita memanfaatkan kecanggihan teknologi, bisa mempersatukan jurnalis di Sabang sampai Ambon, mudah mudah kegiatan kedepan dapat mempererat silaturahmi kita, dan semoga tidak mengurangi esensi kegiatan kita,” terangnya.
Usai makan siang, rombongan ini menuju Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Jakarta. Di sini, mereka bergabung dengan 2.000 guru dari berbagai wilayah di Indonesia guna mengikuti Pembukaan Wardah Inspiring Teacher 2023 yang diadakan Paragon Corp di Jakarta.
Kegiatan tersebut diadakan secara daring dan luring dari Gedung D Kantor Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Wardah Inspiring Teacher secara luring diikuti sekitar 200 guru yang berasal dari wilayah Jabodetabek dan sekitarnya.
Wardah Inspiring Teacher sendiri merupakan program apresiasi dari Paragon Corp-produsen kosmetik antara lain Wardah-bagi guru-guru di Indonesia dalam bentuk rangkaian pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan inovasi guru. Program tersebut telah diselenggarakan sejak 2017 dan saat ini sudah melibatkan lebih dari 6.000 guru se-Indonesia.
Chief Executive Officer (CEO) Paragon Technology and Innovation, Salman Subakat, mengatakan Wardah Inspiring Teacher ini akan berlangsung secara berkelanjutan dan terus diperluas kepada guru-guru di wilayah-wilayah lain yang belum terjangkau.
“Meningkatkan kualitas pendidikan (salah satunya melalui guru) memang harus dilakukan secara berkelanjutan dan diperluas. Orang yang sudah menjadi bagian dari Wardah Inspiring Teacher ini juga kami harapkan tidak berhenti. Mereka akan terus berkreasi dan berinovasi untuk memajukan pendidikan. Level mereka akan terus dinaikkan,” ujar Salman.
Istimewanya, brand ambassador Wardah, artis senior Dewi Sandra, tampil sebagai salah seorang narasumber di sana. Ia hadir bersama inisiator jaringan Semua Murid Semua Guru Najla Shihab.
Kehadiran Dewi Sandra jelas membuat banyak peserta memanfaatkan momen tersebut untuk berfoto bersama. “Alhamdulillah, nambah ilmu, ketemu artis pula,” kata salah seorang guru di sana sambil tersenyum.
Para peserta gathering juga diistimewakan dengan jamuan gala dinner dan diskusi bersama CEO NSEI Part of ParagonCorp Salman Subakat, Group CEO Paragon Universa Utama Harman Subakat dan EVP & Chief Administration Officer Paragon Technology and Innovation, Miftahuddin Amin.
Para wartawan juga mendapat kesempatan menambah ilmu saat mengikuti sesi diskusi dengan NOVO Club Paragon (wadah generasi muda untuk belajar dan mengembangkan diri melalui kolaborasi yang inovatif) serta diskusi pendidikan tentang Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang harus disikapi dengan bijak oleh generasi muda saat ini. Diskusi ini menghadirkan Nina Septina SP MM (Dosen Fakultas Ekonomi Universutas Parahyangan), Dudi Susanto (Group Head Data and Applied Intellegence Paragon) serta Irwan Akhir (Group Head Applied and Intellence Paragon).
Sebab, kehadiran AI terbukti telah banyak menggantikan fungsi pekerjaan manusia. Meskipun begitu, tetap ada pekerjaan pekerjaan tertentu yang tak bisa digantikan oleh AI. Misalnya pekerjaan dokter, pilot, wartawan, profesi hukum, keamanan dan lainnya. ***





