“Dengan simbolisme, teknik, dan budaya yang sangat melekat dengan Indonesia. Melalui Istana Berbatik malam ini, yang dilaksanakan untuk memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober, saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menumbuhkan kebanggaan pada kekayaan seni dan budaya Indonesia, serta aktif melestarikan dan mengembangkannya,” ujar Presiden Jokowi.
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo mengungkapkan event “Istana Berbatik” menjadi momen untuk mempromosikan dan menampilkan batik sebagai produk asli dan karya kreatif warisan budaya Indonesia ke kancah dunia. Istana Berbatik juga digelar sebagai upaya keberpihakan pemerintah terhadap para perajin batik terutama UMKM ekonomi kreatif untuk terus berkembang baik di dalam maupun hingga luar negeri.
Acara inti dari event ini menampilkan fashion show yang melibatkan sekitar 503 peserta yang terdiri dari para pejabat negara, petinggi kementerian/lembaga dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), public figure, perwakilan kerajaan-kerajaan nusantara, para anggota Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Indonesia Maju, hingga para duta besar (dubes) negara-negara sahabat.
“Kami berharap melalui acara pada malam hari ini, batik sebagai warisan budaya Indonesia semakin digemari, semakin dikreasikan, semakin sering dikenakan, sehingga semakin lestari dan menyejahterakan,” kata Angela.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, sebagai BUMN, PLN tak hanya menghadirkan listrik yang andal tetapi juga terus mendukung pertumbuhan ekonomi lewat pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Saat ini tercatat, PLN terus mendukung ratusan UMKM yang memproduksi batik tulis dan batik khas Indonesia.
“Kami sebagai BUMN tak hanya bertugas memasok kebutuhan listrik secara andal, tetapi kami juga selalu mendukung kebudayaan dan karya bangsa, yaitu Batik. PLN memiliki ratusan mitra binaan yang menjaga warisan sejarah berupa batik khas nusantara,” ujar Darmawan.





