Awal muncul titik api di dua nagari ini terjadi akibat cuaca kering yang ekstrem dan angin yang tidak menentu sehingga memicu api yang kemudian menjalar dengan cepat. Kondisi ini sempat menjadi ancaman serius bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat setempat.
Kasi Humas Polres Dharmasraya, AKP Edi Sumatri menjelaskan, tim gabungan dari Polres Dharmasraya, bhabinkamtibmas, dan Damkar Kabupaten Dharmasraya bersama warga setempat segera merespons kejadian ini. Mereka bekerja keras untuk memadamkan api yang telah menyebar ke area luas.
Tim gabungan berhasil mengendalikan dan memadamkan api di kedua nagari setelah beberapa jam bekerja keras. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam kejadian ini, namun kebakaran tersebut meninggalkan kerugian lingkungan yang perlu ditangani.
Pada kesempatan terpisah, Kapolres Dharmasraya, AKBP Nurhadiansyah mengimbau kepada masyarakat turut serta aktif dengan memberikan informasi apabila menemukan kebakaran hutan atau lahan. Jauh-jauh hari personel bhabinkamtibmas dari jajaran Polres Dharmasraya juga sudah melakukan sosialisasi tentang karhutla dan hukum pidananya.
“Kami juga mengingatkan kepada masyarakat agar tidak membuka hutan atau lahan dengan cara dibakar karena pelaku dapat dihukum pidana. Untuk saat ini kami masih melakukan penyelidikan apakah terjadinya kebakaran memang ada unsur kesengajaan atau tidak, jika pun ada kami akan memprosesnya sesuai dengan hukum yang berlaku,” katanya, seperti dilansir dari laman Tribatanews.
Sementara di Kabupaten Agam, api membakar lahan jagung milik warga di Surau Kariang, Jorong Ampek Surabayo, Nagari Lubuk Basung, Kecamatan Lubuk Basung, Senin (2/10) sore.





