Kasatpol PP dan Damkar Agam, Dandi Pribadi mengatakan, api bisa dipadamkan setelah satu unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi beserta 10 personel. “Anggota kami membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk memadamkan api membakar lahan jagung dan tanaman ilalang di daerah itu,” katanya.
Ia mengatakan, kebakaran lahan tersebut setelah warga membakar lahan jagung yang dekat dekat pemukiman warga. Dengan kondisi cuaca panas beserta angin kencang, api dengan cepat menjalar ke lahan ilalang di sekitar lokasi yang berdekatan dengan rumah warga atas nama Elvi Eva Putri (56).
Melihat api cukup besar menuju rumahnya, Elvi ketakutan dan langsung menghubungi Pos Damkar Lubuk Basung. Mendapatkan laporan itu, petugas langsung menuju lokasi untuk memadamkan api membakar lahan tersebut. “Apabila terlambat ke lokasi, maka api bisa membakar rumah warga, karena jaraknya cukup dekat, dan di lokasi ada beberapa rumah,” katanya.
Berakhir Oktober
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengungkap, puncak El Nino masih akan terjadi hingga akhir Oktober. Oleh karena itu, dia mengatakan transisi musim kemarau ke hujan akan terjadi pada November.
“Yang perlu kami update adalah bagaimana perkembangan kondisi El Nino, jadi sesuai hasil prediksi, puncak El Nino itu bulan September. Namun tadi kami juga dari data satelit yang terkini, kita melihat Oktober ini nampaknya belum turun, jadi puncak ini masih bertahan diprediksi sampai akhir Oktober dan bulan November mulai terjadi transisi dari kemarau ke musim hujan,” kata Dwikorita kepada wartawan di kompleks Istana, Jakarta, Selasa (3/10).
Dwikorita mengatakan sebenarnya El Nino kemungkinan akan berakhir pada Maret 2024. Namun, ada angin monsun yang masuk ke arah Asia, sehingga diprediksi pada November akan mulai turun hujan.





