Sementara itu Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika mengatakan, acara ini merupakan gebrakan awal yang sangat penting untuk Sumbar dan diharapkan bisa menjadi kegiatan tahunan. Pada dasarnya AMSI didirikan dengan dua misi utama, yaitu AMSI ingin berkontribusi untuk menciptakan ekosistem bisnis yang sehat dengan konten berkualitas.
“Dua kata kunci bisnis media sehat dan konten jurnalisme yang sehat. Saya pikir itu seperti dua keping mata uang, tanpa bisnis yang sehat ada jurnalis tidak berkualitas,” kata pria yang akrab dipanggil Bli Komang ini.
Menurutnya, melihat 5 atau 7 tahun terakhir bagaimana ekosistem informasi digital yang dibanjiri dengan artikel yang kerap kali melanggar kode etik tidak berkualitas dan informasi yang belum terverifikasi dan terkonfirmasi tapi sudah menyebar dan menjadi viral, bukan hanya karena sosial media yang begitu kuat di masyarakat tapi juga karena publisher perlu ditingkatkan kapasitasnya.
“Untuk itu kami hadir berperan sehingga jurnalisme online tidak dicap sebagai buruknya kualitas. Kita sering kali menganggap pers buruk sejak adanya media online. Dulu ketika hanya media koran pers baik-baik saja, jadi ada cap negatif tehadap media online. Bikinnya gampang, biaya murah dan sumber berita sembarang jadi banyak dirugikan, justru saati ini media online yang banyak dikonsumsi publik yang dengan mudah diterima informasi yang dibuat,” katanya.
Sebelumnya, Gubernur Sumbar yang diwakili oleh Sekda Sumbar Hansastri mengatakan acara ini begitu bermakna ditengah perkembangan teknologi berbasis digital terutama dalam pengunaan AI atau kecerdasan buatan.
“Kita juga sudah mendekati Pemilu Presiden 2024 dan akan dilanjutkan dengan pilkada sehingga hal-hal yang nanti akan dibahas dalam acara konferensi ini sangat diperlukan dan juga tentu ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya saat membuka kegiatan tersebut.





