UTAMA

1.521 Balita di Sumbar Alami Pneumonia

1
×

1.521 Balita di Sumbar Alami Pneumonia

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) mencatat sebanyak 23.538 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terjadi dalam tiga bulan terakhir. Kasus ISPA mencakup berbagai penyakit seperti flu biasa, influenza, sinus, radang tenggorokan, dan pneumonia (peradangan paru-paru).

Kepala Dinkes Sumbar, Lila Yanwar, menyampaikan data ini dalam wawancara dengan Haluan pada hari Senin (9/10). Lila Yanwar menjelaskan, dalam tiga bulan terakhir, terdapat 23.538 kasus kunjungan yang mengalami batuk dan kesulitan bernafas ke fasilitas kesehatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.521 kasus terdiagnosis sebagai pneumonia.

Baca Juga  Dibuka Wabup Agam, Festival Rakik Danau Maninjau Meriah

Lebih lanjut, Lila merincikan kasus ISPA dengan pneumonia berdasarkan kelompok usia. Pada bulan Juni, kasus pneumonia pada usia di bawah 1,5 tahun mencapai 319 kasus, Juli 329 kasus, dan Agustus 418 kasus. Sementara itu, pada usia di bawah 1 tahun, terdapat 162 kasus pada Juni, 124 kasus pada Juli, dan 169 kasus pada Agustus.

Berdasarkan data Kabupaten/Kota, kasus ISPA tertinggi dalam tiga bulan terakhir tercatat di Kota Padang dengan total 3.579 kasus. Adanya kabut asap di wilayah ini diduga secara tidak langsung mempengaruhi peningkatan Infeksi Saluran Pernapasan.

Baca Juga  Woowww... SMAN 1 Harau Punya 4 Rumah Pohon untuk Tempat Belajar Siswa

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Srikurnia Yati, menjelaskan bahwa peningkatan kasus ISPA di Kota Padang disebabkan oleh sebagian masyarakat yang tidak memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan.

“Dinkes selalu mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan,” tuturnya. Penggunaan masker dapat membantu menjaga organ pernapasan dari efek buruk kabut asap yang dapat memicu gangguan pernapasan.