PADANG, HARIANHALUAN.ID – Kabut asap yang menyelimuti Kota Padang tidak hanya berdampak pada kesehatan manusia, namun juga berimbas kepada sektor pertanian. Meskipun sudah melewati musim panen, produktivitas petani cukup terganggu saat memasuki musim tanam.
Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani mengatakan, dampak signifikan yang dialami oleh petani saat ini adalah keterlambatan pertumbuhan.
“Dalam proses pertumbuhan kan ada fotosintesis. Proses fotosintesis memerlukan cahaya matahari yang cukup. Sekarang karena adanya kabut asap, maka cahaya matahari terhalang dan minim untuk sampai ke objek tanam, sehingga terjadi keterlambatan pertumbuhan di sana. Di samping air dan karbon dioksida, proses penanaman dibantu juga dengan cahaya matahari yang cukup,” kata Yoice, Selasa (10/10).
Di samping dampak yang timbul oleh kabut asap, ia mengatakan bahwa, proses tanam juga tergantung kepada jumlah air. “Hujan juga tidak turun, ya, hal ini diakibatkan karena kabut asap juga yang membuat proses terjadinya hujan terhalang. Kebetulan sekarang juga lagi musim kemarau. Tapi karena musim panen sudah berlalu, jadi tidak ada masalah untuk stok beras. Tapi produktivitas petani terhalang karena sudah memasuki musim tanam yang mana membutuhkan banyak air,” ujarnya.
Ia mengatakan, belum ada kendala yang serius terkait ketersediaan air dalam menghadapi musim tanam.
“Airnya tetap bersumber dari sungai-sungai yang dialirkan ke irigasi sawah, tidak ada kendala kecuali yang rusak di Lubuak Laweh karena memang tidak bisa dipakai. Sampai saat ini belum ada yang gagal panen khususnya karena kabut dan kekeringan. Begitu pula gagal panen yang diakibatkan oleh hama, tidak ada, karena tidak luas serangan hamanya,” kata Yoice.
Ia mengimbau kepada para petani untuk meminimalisir pemakaian air di musim kemarau ini. “Kepada petani, jika ada sumber air, kami imbau untuk bisa mengelola air sebaik mungkin. Dihemat dulu airnya. Untuk sawah, airnya dialirkan sampai basah saja, jangan sampai tergenang dulu. Diairi secara berkala. Kemudian controlling hama penyakit untuk padi lebih intensif lagi, karena musim kering, hama cepat berkembang, dideteksi sedari dini supaya bisa dikendalikan agar tidak terjadi gagal panen nantinya,” tutur Yoice.
Ia menambahkan imbauan kepada para petani supaya ikut bekerjasama dalam menghemat air dengan cara mengalihkan hasil pertanian. “Jika sumber air kering, ganti hasil panen dulu. Seperti menanam sayuran yang tidak terlalu banyak memerlukan air,” katanya. (h/mg-ipt)





