UTAMA

Politik Dinasti : Tidak Masalah Asal Kompeten, namun Tetap Berbahaya

1
×

Politik Dinasti : Tidak Masalah Asal Kompeten, namun Tetap Berbahaya

Sebarkan artikel ini
Direktur Eksekutif Sumatera Barat Leadership Forum (SBLF), Edo Andrefson

Apalagi jika jabatan Kepala Daerah dan Ketua DPRD, dipegang oleh pejabat yang masih memiliki pertalian darah atau hubungan keluarga. Dalam kondisi  ini, pejabat bersangkutan dikhawatirkan tidak akan bisa melepaskan subjektifitas unsur kepentingan ekonomi dan politik lingkaran keluarga daripada kepentingan publik.

“Apalagi jika sang ayah menjabat di eksekutif dan anak menjabat di legislatif. Dua lembaga ini semestinya punya fungsi pengawasan atau check and balance terkait penganggaran, budgeting dan legislasi, makanya menjadi rawan terjadi konflik kepentingan,” ujarnya lagi.

Baca Juga  Pemnag Matua Mudiak Agam Bekali Pendidikan Karakter Bagi Kader Posyandu dan Guru PAUD

Lebih lanjut, Edo menegaskan bahwa tiga pilar sistem pemerintahan yakninya eksekutif, legislatif maupun yudikatif tidak boleh dibiarkan dikuasai oleh kaum oligarkis dan para pemain politik dinasti yang berada dalam satu lingkaran keluarga.

“Jika ini terjadi baru akan sangat berbahaya. Namun sepanjang mereka yang punya hubungan kekeluargaan ini duduk di kursi DPRD Kabupaten/Kota, provinsi di dapil yang berbeda-beda, saya kira malah baik,” ucap Edo.

Edo beralasan, ketika mereka yang berasal dari satu keluarga ini duduk di kursi  legislatif yang berbeda level, mereka akan bisa memaksimalkan kerja-kerja pengabdian mereka kepada masyarakat konstituen dengan lebih optimal.

Baca Juga  Bhabinkamtibmas Polsek Banawa Sambang Duka Warganya, Sekaligus Mengantar Jenazah ke Makam

“Jika memang mereka tak bisa menampung aspirasi lewat Pokir DPRD Kabupaten, mereka masih punya keluarga yang duduk di DPRD Provinsi yang mungkin bisa menurunkan,” ungkapnya menyebutkan salah satu sisi positif dari politik dinasti. (h/fzi)