OPINI

TAUSIYAH: Kepada Siapa Kita Bersedekah?

0
×

TAUSIYAH: Kepada Siapa Kita Bersedekah?

Sebarkan artikel ini

Ukuran membutuhkan memang akan sangat subjektif. Namun bisa kita lihat dari kondisi seseorang secara umum, kehidupan sehari-hari, jumlah tanggungan, kondisi kesehatan, usia dan semacamnya.

Meskipun demikian, perlu diutamakan juga kepada mereka yang membutuhkan namun tetap menjaga iffah atau kehormatan diri. Artinya tidak meminta-minta secara berlebihan dan berkelanjutan, apalagi menjadikannya sebagai proffesi.

Allah SWT menyebutkan tentang mereka dalam Al-Quran:

“orang yang tidak tahu menyangka mereka orang Kaya karena memelihara diri dari minta-minta. kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak.” (QS Al Baqoroh 273).

Baca Juga  Krisis Merokok di Indonesia:Pangsa Pasar dengan Ancaman Kesehatan

Ketiga : Diutamakan kerabat dekat terlebih dahulu Secara khusus memberikan sedekah kepada kaum kerabat mempunyai keutamaan ganda, sebagaimana diisyaratkan dalam hadits Rasulullah SAW, beliau bersabda:

“Sedekah kepada orang miskin mendapatkan satu pahala, sedangkan sedekah kepada kerabat mendapatkan dua pahala; pahala bersedekah dan pahala bersilaturahim.” (HR At-Tirmidzi).