POLITIK

Gandeng Gibran, Dinilai Gerus Suara Prabowo di Sumbar

1
×

Gandeng Gibran, Dinilai Gerus Suara Prabowo di Sumbar

Sebarkan artikel ini
Founder Lembaga Riset Revolt Institute yang juga Pengamat Kebijakan Politik Universitas Negeri Padang (UNP), Dr Eka Vidya Putra S.Sos, M.Si

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Keputusan Politik Partai Gerindra beserta partai koalisinya mendeklarasikan pasangan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming sebagai Calon Presiden (capres) dan Wakil Presiden (wapres) diprediksi akan menggerus basis massa potensial Prabowo di Sumatera Barat (Sumbar) di  Pilpres 2024 mendatang.

Founder Lembaga Riset Revolt Institute, yang juga Pengamat Kebijakan Politik Universitas Negeri Padang (UNP), Dr Eka Vidya Putra S.Sos, M.Si, menilai, bagi Prabowo Subianto dan Anies Baswedan selaku kandidat capres, sosok wapres yang akan mendampingi mereka, dipastikan bakal berdampak banyak bagi potensi kemenangan politik elektoral di Sumbar.

“Bagi pemilih di Sumbar, sosok cawapres memang tidak akan terlalu berpengaruh karena tokoh-tokoh itu tidak ada satupun yang berasal dari Sumbar. Namun khusus bagi  Prabowo dan Anies, saya pikir sosok wakil akan mempengaruhi, karena keduanya memiliki elektabilitas dan popularitas yang cukup baik di Sumbar,” ujarnya kepada Haluan Minggu (22/10).

Eka Vidya mengatakan, satu-satunya pembeda diantara dua kandidat capres yang disebut-sebut bakal bersaing ketat merebut perolehan suara dominan  di Sumbar ini, adalah sosok sang calon wapres yang dipilih untuk mendampingi mereka. Sosok sang calon wapres, sebut Eka Vidya, akan menjawab keragu-raguan pemilih mengambang atau swing voter di Sumbar untuk menjatuhkan pilihan politik mereka selama ini.

Ia mencontohkan, pemasangan Ganjar Pranowo dengan Mahfud MD, pasti akan mendongkrak perolehan suara mereka di Sumbar. Namun di sisi lain, pemasangan Mantan Gubernur Jawa Tengah dan Menkopolhukam Era Presiden Jokowi itu, juga akan membuat masyarakat yang masih ragu memilih Anies Baswedan beralih pilihan  ke Ganjar Pranowo

Baca Juga  2.537 Program TJSL Terlaksana Selama 2022, Wujud PLN Berkembang Bersama Lingkungan

“Begitupun apabila Prabowo akhirnya memilih Gibran sebagai Cawapres. Keputusan itu akan menjadi alasan bagi pemilih Sumbar untuk semakin mantap memilih Anies Baswedan,” jelas tokoh Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sumbar ini.

Eka Vidya menjelaskan, mayoritas masyarakat pemilih Sumbar yang menjatuhkan pilihan kepada Prabowo Subianto pada dua kali Pilpres terakhir, cukup sulit untuk dipastikan bakal kembali memilih  Prabowo.

Sebab faktanya, Gibran Rakabuming yang disebut-sebut bakal mendampingi Prabowo, adalah anak kandung dari Presiden Jokowi yang bahkan tidak pernah sekalipun memiliki sejarah  mendapatkan raihan suara maksimal di Sumbar di dua kali Pilpres sebelumnya. “Keputusan Prabowo memilih Gibran akan menjadi alasan bagi pemilih Sumbar untuk memilih Anies. Sebab Gibran adalah bagian dari Jokowi, ini menjadi alasan bagi mereka untuk pindah pilihan,” jelas Eka Vidya.

Perubahan pilihan politik mantan pemilih militan  Prabowo di  Sumbar ini pun, menurut Eka Vidya, bakal membuat mesin partai Gerindra di Sumbar harus bekerja ekstra keras untuk memenangkan kembali Prabowo di Ranah Minang, Sebab bagaimanapun, keputusan politik ini merugikan Gerindra dan Prabowo Subianto secara elektoral.

Ia juga menilai, pertimbangan politik Prabowo untuk menggandeng anak kandung Presiden Jokowi itu, juga tidak terlepas dari upaya Prabowo beserta tim untuk mengkonversi tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja kepemimpinan Presiden Jokowi menjadi potensi keterpilihan elektoral.

Baca Juga  KPU Padang Panjang Gelar Rakor Pengajuan Balon Anggota DPRD

“Apalagi budaya politik Indonesia saat ini masih patron klien. Selain itu, faktor ketokohan seorang  presiden juga bisa dimanfaatkan.  Dengan statusnya sebagai anak Presiden, Gibran  tentu punya jaringan yang bisa dimanfaatkan Prabowo untuk meraih kemenangan,” jelasnya.

Perjudian Politik Prabowo

Menurut Eka Vidya, keputusan Prabowo meminang putra kandung Presiden Jokowi, sebetulnya merupakan langkah politik yang cukup riskan bagi potensi kemenangannya pada Pilpres 2024 mendatang.

Sebab kata Eka, polarisasi dukungan massa yang cukup kuat di daerah Jawa Tengah yang terbukti mampu mengantarkan Jokowi dua kali ke kursi kepresidenan, bukanlah semata-mata dihasilkan oleh kuatnya dukungan terhadap  figur Jokowi di daerah tersebut. “Polarisasi massa di Jawa Tengah sesungguhnya terletak di parpol, bukan perorangan atau figur Jokowi, selama ini suara Jokowi solid di Jawa Tengah karena disana adalah basis massa PDIP dan PKB. Jadi bukan karena sosok Jokowi,” jelas dia.

Berdasarkan realitas politik itu, tujuan Prabowo menggandeng Gibran Rakabuming sebagai Wakil Presiden, tentu menimbulkan tanda tanya besar. Sebab tidak mungkin sosok Jokowi lebih kuat daripada  PDIP selaku partai yang telah berurat berakar di hati masyarakat Jawa Tengah.

“Makanya cukup riskan  jika dikatakan Jawa Tengah itu  adalah basis massa Gibran dan Jokowi, sebab daerah itu selama ini menjadi basis massa cukup kuat bagi PDIP dan PKB. Saya pikir pertimbangan politik Prabowo ini lebih kepada pemetaan elite dibandingkan dengan pemetaan yang sebenarnya,” pungkas dia. (h/fzi)