Ayo Baca Koran Harian Haluan

Edisi 1 Januari 1970
PADANG PARIAMAN

Anggaran Habis Hanya untuk Rapat dan Pertemuan, Penanganan Stunting Harus Lebih Banyak Aksi Nyata

0
×

Anggaran Habis Hanya untuk Rapat dan Pertemuan, Penanganan Stunting Harus Lebih Banyak Aksi Nyata

Sebarkan artikel ini
SekdakabPadang Pariaman, Rudy Repenaldi Rilis menyentil anggaran penanganan stunting yang selama ini lebih banyak habis untuk rapat-rapat dan pertemuan-pertemuan saat FGD Pengumpulan Data Awal Kajian Analisis Efektivitas Kegiatan Penurunan Angka Stunting Tahun 2023. IST

PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pengumpulan Data Awal Kajian Analisis Efektivitas Kegiatan Penurunan Angka Stunting Tahun 2023, bersama perangkat daerah dan instansi terkait lainya di Hall IKK Parit Malintang, Rabu (25/10).

Hadir dalam FGD tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Padang Pariaman, Anwar; Kepala Dinas Perikanan Padang Pariaman, Khairul Nizam; dan perwakilan dari perangkat daerah terkait.  Hadir juga Kepala Tata Usaha Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Padang Pariaman, M. Irsyad serta camat, wali nagari, dan kepala puskesmas se-Kabupaten Padang Pariaman.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Padang Pariaman, Rudy Repenaldi Rilis menyampaikan, penanganan stunting memiliki anggaran yang cukup besar. Namun, pemanfaatnya belum maksimal dan belum tepat sasaran.

Baca Juga  Masih Ada Lulusan SD Tak Pandai Baca, SMPN 2 Pariaman Adakan Ekskul Literasi Latin

“Pola pikir perlu dirubah, selama ini kita lebih banyak menggunakan dana untuk rapat dan pertemuan-pertemuan. Ke depan kita perlu merubah untuk lebih kepada aksi yang langsung dirasakan oleh masyarakat,” kata Rudy saat membuka FGD secara resmi.

Dia juga menekankan kepada peserta FGD untuk dapat mengikuti kegiatan dengan seksama. Dia berharap dalam FGD ini dapat terungkap data yang sebenarnya dan dapat disusun langkah perbaikan ke depanya. “OPD dan lembaga terkait lainya untuk dapat bersinergi dan mengoptimalkan program percepatan penanganan stunting ini,” ucapnya.

Baca Juga  Tim Penggerak PKK Padang Pariaman Raih Juara III Lomba Cerdas Cermat Tingkat Nasional

Senada dengan itu, Kepala Bappelitbangda Padang Pariaman, Azwarman menyebutkan, FGD ini digelar karena masih banyak data yang belum dikirim oleh lembaga terkait. Makanya dia berharap, setelah FGD ini semua tuntutan data itu dapat terpenuhi. Dia juga mohon bantuan dari para peneliti untuk mengungkap berbagai kelemahan dan kendala yang akan direkomendasikan.

“Kami dari pemerintah daerah berkomitmen akan menindaklanjuti rekomendasi tersebut,” tuturnya. (h/ahr)