PADANG, HARIANHALUAN.ID — Sebanyak 13 orang pasien menjalani operasi bibir sumbing gratis di Rumah Sakit Universitas Andalas (UNAND), Rabu (25/10). Operasi gratis tersebut merupakan kerja sama antara Rumah Sakit UNAND dengan Smile Train dan FKPPI.
“Kegiatan ini merupakan rangkaian dari dies natalis UNAND.Dalam memperingati dies natalis tersebut banyak kegiatan yang digelar, salah satunya adalah bakti sosial operasi bibir sumbing ini seccara gratis. Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini serta kolaborasi Smile Train dengan FKPPI dan Rumah Sakit UNAND,”kata Wakil Rektor II UNAND Wirsma Arif Harahap.
Wirsma Arif Harahap, menyampaikan bahwa bibir sumbing merupakan penyakit yang esensial. Karena itu, banyak rumah sakit bisa menggelar operasi bibir sumbing. Sama halnya dengan penyakit mata katarak bagi orang tua. “Banyak riset membuktikan bahwa bibir sumbing itu lebih disebabkan oleh faktor kurang gizi, jadi bukan faktor kutukan atau lainnya. Di RS Unand, rutin menggelar operasi bibir sumbing. Bahkan bagi pasien bibir sumbing boleh datang kapan saja, untuk bisa dioperasi secara gratis,”katanya.
Sementara itu Direktur Utama RS UNAND Yevri Zulfiqar mengatakan, bahwa RS UNAND sejak tahun 2017 sudah menggratiskan operasi bibir sumbing. “Kami bekerja sama dengan Smile Train untuk operasi gratis tersebut. Masyarakat cukup datang ke rumah sakit UNAND dan kemudian kami lakukan operasi dengan gratis alias tanpa dipungut bayaran,”katanya.
Sementara itu Ketua PD III KB-FKPPI Sumbar, Hj. Ananta Tria Nurwita Yunus, SE, menyampaikan, kegiatan bakti sosial yang digelar dalam rangka HUT FKPPI ke-45. Kegiatan tersebut merupakan program besar FKPPI untuk pengabdiannya pada masyarakat. “Program ini akan disiapkan berkelanjutan. Tak hanya operasi bibir sumbing, tapi juga penyuluhan dan scrinning kesehatan gigi dan mulut,” ujar Tria.
Manager Smile Train, Tina Agustari mengapresiasi kegiatan bakti sosial bersama rumah sakit UNAND dan FKPPI yang bekerjasama dengan Smile Train. “Smile Train adalah lembaga amal internasional yang fokus pada bibir sumbing, tidak hanya fokus pada operasinya saja, tapi juga terapi bicara bagi penderita bibir sumbing, sehingga mereka kembali bisa tersenyum,” ujar Tina.
Tina berharap kerja sama dengan RS UNAND dan FKPPI ini terus berlanjut sehingga akan lebih banyak penderita bibir sumbing yang bisa dioperasi. Dengan bibir yang sudah dioperasi, mereka akan kembali bisa tersenyum. Tentunya ini akan bisa mengubah masa depannya untuk kualitas hidup lebih baik.(h/mg-ipt)





