UTAMA

Bagian Hulu DAS Rusak Parah, Sumbar – Riau Dibayangi Krisis Energi Listrik

4
×

Bagian Hulu DAS Rusak Parah, Sumbar – Riau Dibayangi Krisis Energi Listrik

Sebarkan artikel ini
Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Sumbar, Prof  Isril Berd,

Kerusakan lingkungan ini perlu menjadi perhatian serius agar areal tangkapan dan simpanan air yang menjadi sumber siklus hidrologi penggerak turbin PLTA Koto Panjang tetap terjaga dan terlindungi dari kerusakan parah yang akan berdampak terhadap ketahanan energi listrik Sumbar dan provinsi tetangga lainnya. Atas dasar itu, isu lingkungan dan energi krusial ini, perlu menjadi perhatian bagi pemerintah serta pihak perusahaan yang selama ini telah menerima dan menikmati jasa lingkungan sumber daya air  di hulu DAS Kampar.

Mereka harus berkontribusi nyata terhadap pemulihan kerusakan lingkungan yang terjadi di kawasan  yang menjadi sumber supply air utama yang akan pemutar tiga unit turbin pembangkit listrik di  PLTA Koto Panjang. “Forum DAS Sumbar meminta PLTA Koto Panjang memperhatikan hulu DAS Kampar agar sumber daya air pemutar turbin sumber energi listrik tetap lestari seperti yang diharapkan,” kata dia.

Baca Juga  PT Semen Padang Siap Jadi Offtaker RDF di Kota Padang

Isril Berd mengungkapkan, PLN, selaku  BUMN operator PLTA Koto Panjang, wajib menunaikan tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) kepada masyarakat setempat. Selain itu, PLN  juga wajib membayarkan Pajak Air Permukaan dan Imbal Jasa Lingkungan (IJL) kepada pemerintah.

Program maupun dana segar yang berasal dari kewajiban pajak PLTA Koto Panjang maupun perusahaan penikmat jasa lingkungan DAS Kampar itu, mesti digunakan pemerintah untuk memulihkan kerusakan lingkungan massif yang telah terjadi di daerah itu selama ini. “Selama ini perusahaan-perusahaan itu lupa, padahal itu sudah jelas ada ketentuannya. Jika semua kewajiban itu ditunaikan, dana itu bisa digunakan untuk melakukan rehabilitasi daerah hulu DAS Kampar,” ujarnya.

Baca Juga  Presiden Prabowo Beri Semangat Warga Sumbar Terdampak Bencana

Isril Berd mengungkapkan, dirinya bersama sejumlah anggota Forum DAS Sumbar, baru saja selesai membicarakan ancaman krisis air penggerak PLTA Koto  Panjang yang menjadi sumber listrik bagi Sumbar dan sejumlah Provinsi tetangga bersama Gubernur, Mahyeldi Ansharullah.

Pada kesempatan itu, Forum DAS Sumbar bahkan telah  bersedia untuk menyediakan waktu, tenaga, dan pikiran, untuk  melaksanakan program-program rehabilitasi dan penyelamatan lain yang perlu dilaksanakan didaerah hulu DAS Kampar. “Inilah yang kami bicarakan dengan Bapak Gubernur. Beliau menyatakan akan membantu memfasilitasi Forum DAS Sumbar untuk berdiskusi dengan pihak PLN Nusantara Power di Pekanbaru,” ungkapnya.