Ayo Baca Koran Harian Haluan

Edisi 1 Januari 1970
POLITIK

Agar Tak Tergerus Perkembangan Zaman, Kearifan Lokal Perlu Perhatian Khusus

0
×

Agar Tak Tergerus Perkembangan Zaman, Kearifan Lokal Perlu Perhatian Khusus

Sebarkan artikel ini
Diskusi terpumpun dengan tema Pengembangan Nilai-nilai Kearifan Lokal Sebagai Upaya Pemajuan Kebudayaan dalam Menghadapi Tantangan Global yang digelar Direktorat Jenderal Kebudayaan di Hotel Mercure Padang, Kamis (26/9). IST

HARIANHALUAN.ID – Direktorat Jenderal Kebudayaan mengadakan diskusi kelompok dengan tema Pengembangan Nilai-nilai Kearifan Lokal Sebagai Upaya Pemajuan Kebudayaan dalam Menghadapi Tantangan Global di Hotel Mercure Padang, Kamis (26/9).

Diskusi terpumpun tersebut diikuti oleh 83 organisasi dan komunitas kebudayaan se- Sumatra Barat. Anggota DPR RI Komisi X Fraksi Nasdem, Lisda Hendrajoni ikut terlibat menjadi narasumber terkait tema yang akan dibahas.

Lisda Hendrajoni mengatakan, saat ini unsur-unsur kebudayaan dan kearifan lokal, telah tergerus sedemikian rupanya oleh perkembangan teknologi dan informasi yang begitu massif di tengah-tengah masyarakat.

“Untuk itu, kebudayaan dan nilai-nilai kearifan lokal perlu diberikan perhatian khusus, tidak hanya oleh kelompok tertentu saja atau pemerintah. Namun semua masyarakat bertanggung jawab untuk mempertahankan nilai Kebudayaan Indonesia,” ujarnya kepada Haluan disela kegiatan berlangsung.,

Lisda menegaskan, masyarakat perlu  mengikuti perkembangan teknologi terkini tanpa harus meninggalkan nilai-nilai kebudayaan lokal yang telah ada. “Kita perlu bersama-sama memafaatkan teknologi untuk penguatan budaya bukan mengerus budaya kita,” tegasnya.

Baca Juga  Wakil Ketua II DPRD Kota Pariaman Mulyadi: Jangan Lelah Memberi Manfaat bagi Masyarakat

Sementara untuk programnya sebagai Anggota DPR RI, Lisda mengungkapkan bahwa dirinya  lebih fokus pada bidang pendidikan.  Sebab menurutnya, pendidikan adalah cara yang paling tepat untuk memutus mata rantai kemiskinan.

“Program saya ada seperti PIP, KIP yang tahun ini dimanfaatkan untuk 1000 orang. Program ini berguna bagi siswa yang tidak mampu bisa melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah sehingga mereka bisa membangun kampung halamannya,” ujar Lisda.

Dia mengungkapkan, jika nanti terpilih lagi menjadi Anggota DPR RI periode 2024-2029, program tersebut akan terus dikembangkan sehingga memunculkan kaum intelektual di kehidupan masyarakat.

Selain Lisda, Wakil Ketua DPW Nasdem Sumbar, Ka’bati juga ikut menjadi pembicara. Menurut Kabati forum ini sebagai wujud dalam menyampaikan aspirasi masyarakat dan komunitas budaya untuk pengembangan budaya.

Dia berpendapat suatu daerah harus memiliki identitas yang bisa menentukan jati diri daerah itu. Untuk itu perlu mem-branding identitas tersebut dengan melibatkan aspirasi masyarakat.

Baca Juga  Disparpora Tanah Datar Beri Keterangan Resmi Soal Tak Beri Izin Acara Desak Anies, Ini Penjelasannya!

“Kita perlu menggali lagi ciri khas daerah, khususnya Kota Padang. Untuk itu forum ini dibuka melibatkan komunitas budaya dan masyarakat agar bisa terbuka untuk pengembangan budaya kedepannya,” ucap Ka’bati.

Ka’bati yang juga akan mencalonkan diri sebagai Caleg DPRD Sumbar Dapil 1 Kota Padang ini menegaskan,  gagasan kebudayaan mesti  duduk dan terarah sehingga tidak mudah dirusak oleh perkembangan zaman.

“Ini adalah salah satu tiket saya sehingga niat maju dalam perhelatan 2024 nantinya. Saya mewakili teman-teman kebudayaan agar bisa mudah menyampaikan aspirasi untuk perkembangan kebudayaan,” ujarnya.

Selain itu, Kabati mengungkapkan dirinya maju dengan harapan dan cita-cita memperjuangkan  kesejahteraan dan kesetaraan perempuan yang sampai saat ini  masih menjadi problem, khususnya di Kota Padang.

“Saya ingin perempuan di Kota Padang dapat merasakan kesejahteraan, memiliki ruang pubil yang ramah bagi perempuan, anak-anak serta lansia, dan meminimalisir tingkat kekerasan pada perempuan,” tutup Kabati. (h/fzi)