UTAMA

Selamatkan Sumbar-Riau Dari Krisis Air dan Energi Listrik, Rehabilitasi DAS Harga Mati

0
×

Selamatkan Sumbar-Riau Dari Krisis Air dan Energi Listrik, Rehabilitasi DAS Harga Mati

Sebarkan artikel ini
Panoramic view of the Itaipu Hydroelectric power plant, and its huge water dam.

PADANG, HARIANHALUAN.ID–Masyarakat Konservasi Tanah dan Air Indonesia (MKTI) Sumatra Barat menyebutkan, ada sejumlah opsi penganggaran yang bisa digunakan pemerintah daerah untuk memulihkan kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang telah terlanjur rusak.

Dewan Pakar Pengurus Pusat (PP) MKTI Sumbar, Prof Bujang Rusman mengatakan, sumber keuangan itu diantaranya adalah dana Imbas Jasa Lingkungan (IJL), Pajak Air Permukaan, hingga dana hasil perdagangan karbon.

“Sesuai aturan perundang-undangan berlaku, semua pendanaan alternatif itu bisa digunakan untuk memulihkan kondisi ekosistem lingkungan DAS yang telah terdergradasi parah,” ujarnya kepada Haluan.

Baca Juga  Telkomsat Ikut Sukseskan Gelaran KTT ke-42 ASEAN di Labuan Bajo

Bujang Rusman menjelaskan , Pajak Air Permukaan adalah kewajiban yang dikenakan bagi seluruh perusahaan dan korporasi yang telah menikmati ketersediaan manfaat dari ketersediaan sumber daya air

Sementara IJL atau Payment for Ecosystem Services, serta perdagangan karbon, adalah instrumen berbasiskan pasar untuk tujuan konservasi yang berprinsipkan semua pihak yang mendapatkan manfaat dari jasa lingkungan, harus membayar kompensasi kepada negara demi keberlanjutan penyediaan jasa lingkungan

“Selama ini dana yang seharusnya masuk ke keranjang APBD ini sudah tidak jelas lagiperuntukannya. Padahal seharusnya dana itu 100 persen harus dikembalikan dn digunakan sepenuhnya untuk konservasi daerah hulu DAS,” tegasnya.

Baca Juga  Mulan Jameela Ungkap dengan PLN Mobile, Semua Urusan Listrik Jadi Cepat dan Praktis

Bujang menegaskan, isu krisis dan defisit air yang terjadi di Empat Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Sumatra Barat, merupakan isu klasik yang selalu menghantui Sumbar dan Provinsi tetangga setiap kali memasuki musim kemarau Panjang.