UTAMA

Selamatkan Sumbar-Riau Dari Krisis Air dan Energi Listrik, Rehabilitasi DAS Harga Mati

0
×

Selamatkan Sumbar-Riau Dari Krisis Air dan Energi Listrik, Rehabilitasi DAS Harga Mati

Sebarkan artikel ini
Panoramic view of the Itaipu Hydroelectric power plant, and its huge water dam.

Kondisi itu, semakin diperparah dengan mulai dibukanya kawasan hutan konservasi atau lindung untuk dijadikan sebagai lokasi wisata dan sebagainya. Padahal sesuai aturan berlaku, telah jelas dan tegas dibunyikan bahwa hutan lindung adalah areal terlarang yang tidak boleh diganggu.

“Saya pernah melakukan penelitian di PLTA Singkarak yang dialiri 13 anak sungai mulai dari Padang Panjang, hingga DAS Sumani. Pada musim kering, 10 sungai di daerah itu kering. Hanya tiga sungai yang masih mengalir. Penyebabnya adalah kerusakan daerah hulu yang telah mengalami degradasi sejak lama,”jelas Bujang Rusman.

Baca Juga  Resmi! Pemerintah Alihkan 75,51 Persen Saham Semen Baturaja ke SIG

Ia membeberkan , dampak kerusakan kawasan hulu DAS Sumani yang menjadi sumber air penggerak turbin PLTA Singkarak, bahkan telah bisa dirasakan secara nyata.

Dimana saat ini, PLTA Singkarak justru sangat tergantung kepada air hujan untuk menggerakkan turbin-turbin pembangkit listriknya. Kondisi ini menggambarkan sudah sedemikian parahnya kerusakan lingkungan yang terjadi.

Bujang Rusman menyerukan semua pihak bergandengan tangan menyelamatkan bagian hulu daerah aliran sungai utama yang ada di Sumbar. Langkah ini penting untuk menjaga ketahanan energi listrik Sumbar dan Provinsi tetangga dimasa yang akan datang.

Baca Juga  Sebanyak 1.190 KPPS Se-Kecamatan Lubuk Basung Dilantik untuk Sukseskan Pilkada 2024

“Pada poinnya dana-dana itu mesti dikelola dengan transparan dan bertanggung jawab sepenuhnya untuk kepentingan konservasi. Jangan sampai kita selalu bicara Good Governance tapi buktinya tidak ada,” tutupnya. (*)