UTAMA

Dosen FEB Unand Gelar Pelatihan Social Media Marketing untuk UMKM Disabilitas

1
×

Dosen FEB Unand Gelar Pelatihan Social Media Marketing untuk UMKM Disabilitas

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID – Media sosial berperan melahirkan kebutuhan baru bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal untuk dapat mengusai pemasaran. Memahami kebutuhan tersebut, dosen-dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas (FEB Unand) yang diketuai oleh Dr Dessy Kurnia Sari mendesain pengabdian masyarakat untuk UMKM di Kota Padang.

Lebih spesifik lagi, pada pengabdian masyarakat kali ini tim dosen FEB ini mencoba berbagi ilmu kepada pelaku usaha disabilitas yang tergabung dalam Karajoelok.com, sebuah platform yang juga diinisiasi oleh Dr. Dessy Kurnia Sari untuk membantu pemasaran produk karya UMKM penyandang disabilitas dan UMKM lainnya di Sumatera Barat.

Dessy Kurnia Sari mengatakan, dalam pelaksanaan penelitian ini melibatkan dosen, mahasiswa dan pelaku usaha penyandang disabilitas yang bisa menjadi role model bagi sesama penyandang disabilitas. Para peserta kegiatan telah merintis usaha namun terkendala oleh kemampuan memasarkan secara digital terutama melalui pemasaran media sosial yang dianggap kurang menarik bagi konsumen. Lokasi pelaksanaan kegiatan adalah di SLB YPPLB kota Padangyang telah bekerja sama dengan Karajoelok.com dan Tim Pengabdian Masyarakat FEB Unand. Dikatakannya, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 9 Agustus 2023 dengan dihadiri 25 orang peserta.

Baca Juga  Amazing! Dirut PLN Kembali Terima Penghargaan "Indonesia Best 50 CEO Tahun 2023"

Selain pelatihan, katanya, kegiatan juga diisi dengan pemaparan materi oleh Profesor Donard Games, SE.M.Bus(Adv),PhD selaku dosen manajemen dan Profesor di bidang ilmu kewirausahaan dari FEB, dan Dr. Dessy Kurnia Sari,SE.,M.Bus(Adv) selaku dosen manajemen dari FEB dan ahli bidang pemasaran serta Founder Karajoelok.com yang juga merupakan Ketua dari Tim Pengabdian Masyarakat ini.

“Materi yang kita berikan berisi di antaranya terkait tentang aspek inovasi dalam berwirausaha diikuti dengan pemaparan tentang pentingnya pemasaran di media sosial,” katanya, Minggu (29/10/23).

Untuk memudahkan pemahaman materi bagi peserta UMKM disabilitas yang juga memiliki kebutuhan khusus maka pemaparan materi ini dilakukan dengan menggunakan bahasa lisan dan bahasa isyarat yang dibantu oleh salah seorang guru SLB YPPLB, sehingga semua yang dipaparkan dapat dipahami dengan baik oleh peserta kegiatan ini.

Menurutnya, kegiatan pengabdian masyarakat ini dikatakan tepat sasaran oleh UMKM dengan penyandang disabilitas ini, karena sesuai dengan kebutuhhan mereka terkait aspek social media marketing. Setelah kegiatan ini, diharapkan para peserta kegiatan akan dapat meningkatkan daya tarik konsumen terhadap media sosial dan tampilan produk mereka.

Baca Juga  Sukses Penas XVI 2023, Industri MICE Sumbar Siap Naik Level ke Taraf Internasional

Tujuan kegiatan yang utama diantaranya adalah diharapkan para peserta dapat mengunggah foto dan konten yang sesuai dengan kriteria KarajoElok. Urgensi dari penelitian ini yaitu kebutuhan pemasaran produk bagi penyandang disabilitas yang haruslah tampil menarik agar dapat menarik minat calon pembeli.

“Semua anggota tim pengabdian FEB Unand termasuk dosen dan mahasiswa terjun langsung untuk membantu peserta memahami konsep yang diajarkan selama pelatihan berlangsung,” katanya.

Ia menambahkan, penyandang disabilitas haruslah diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk berkarya. Tim pengabdian masayarakat yang diketuai oleh Dr.Dessy Kurnia Sari kali ini mencoba meningkatkan kemampuan UMKM penyandang disabilitas tersebut sehingga produk yang mereka hasilkan dapat menarik minat pasar.

Dengan adanya peningkatan kemampuan pemasaran ini, diharapkan peserta kegiatan yang juga adalah penyandang disabilitas dapat makin semangat dalam menghasilkan karya karya terbaik mereka dan diterima dengan baik oleh pasar. Dengan terbangunnya kegiatan bisnis yang baik ini, kita semua berharap agar dapat terbangun pula kemandirian ekonomi bagi UMKM penyandang disabilitas dan keluarganya.