PADANG, HARIANHALUAN.ID – Untuk meningkatkan kesadaran kesehatan gigi dan dampak psikologis gigi maloklusi, Dokter Gigi Fuccy Utamy Syafitri, Dosen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Andalas (UNAND) menggelar seminar edukasi yang informatif dan inspiratif. Seminar tersebut dihadiri oleh 604 siswa Sekolah Menengah Atas ( SMA) Pembangunan Universitas Negeri Padang (UNP), Jumat (13/10).
Melalui seminar tersebut, diharapkan remaja mendapatkan pengetahuan dan wawasan tentang masalah maloklusi dan dampaknya terhadap kesehatan dan psikologis mereka. Permasalahan gigi yang sering dihadapi para remaja seperti ketidaksempurnaan posisi gigi dapat mempengaruhi fungsi gigi dan penampilan.
“Selain permasalahan fungsi dan penampilan, posisi gigi yang tidak sempurna juga akan berpengaruh kepada psikologis seseorang. Remaja yang mengalami maloklusi kemungkinan akan mengalami tekanan sosial yang mengakibatkan timbulnya rasa tidak percaya diri, sehingga remaja ini malas berkomunikasi langsung dengan orang lain,” kata Dosen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UNAND, Fuccy Utamy Syafitri, Senin (30/10).
Dalam kesempatan tersebut, Siswa-siswi SMA Pembangunan UNP diberikan informasi tentang metode perawatan ortodonti yang tersedia, seperti pemakaian behel atau perawatan ortodontik lainnya.
“Edukasi psikologis mengenai maloklusi sangat penting. Ini membantu remaja untuk memahami bahwa masalah ortodonti bukanlah sesuatu yang memalukan. Terkadang remaja malu sehingga malas memperhatikan kondisi gigi. Padahal ini merupakan masalah kesehatan yang dapat diatasi,” ujarnya.
Fuccy mengatakan bahwa konsultasi dengan dokter gigi secara berkala sangatlah penting, apalagi mengenai permasalahan ortodonti. “Sebelum terjadinya permasalahan pada gigi yang mengganggu fungsi dan penampilan, maka marilah melakukan penanganan maloklusi sejak dini yang dapat mencegah masalah yang lebih serius di masa depan. Ini juga akan membantu meningkatkan rasa percaya diri remaja dalam bersosialisasi dan berkomunikasi,” tuturnya.
Dikatakannya bahwa edukasi dampak psikologis maloklusi adalah langkah awal remaja dalam mengatasi masalah ortodonti. “Dengan langkah awal ini, saya berharap remaja dapat meningkatkan kesadarannya dan meningkatkan kualitas hidup. Menjaga kesehatan gigi merupakan investasi yang tentu akan berkesinambungan kepada keberlangsungan hidup dalam mendukung kesehatan dan kebahagiaan generasi muda dalam mencapai cita-cita dan karier yang mereka inginkan,” kata Fuccy.(h/mg-ipt)





