PADANG PANJANG, HARIANHALUAN.ID — Hadir sebagai Keynote Speaker dalam Internasional Conference “Rahmah El Yunusiyyah” On Islamic Education and Sosial Change, Anies Rasyid Baswedan dibuat sangat Takjub dengan sosok Rahmah El Yunusiyyah dalam mendirikan dan mengembangkan Perguruan Diniyyah Puteri.
Anies Rasyid Baswedan yang hadir dalam rangkaian Milad 1 Abad Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang itu memuji Perguruan Diniyyah Puteri yang mampu bertahan dan eksis hingga saat ini.
“Banayak perguruan tertua di Indonesia, namun tak banyak perguruan terlama di Indonesia, namun Perguruan Diniyyah Puteri mampu menjadi Perguruan tertua dan terlama di Indonesia, seratus tahun tetap eksis mencetak generasi-generasi hebat dan muslimah,” ungkap Anies Baswedan.
Dalam kesempatan tersebut Anies merasa negeri ini belum cukup membalas budi kepada ibu Rahmah Elyunusiah, budi baiknya jasanya, belum dibalas yang setimpal oleh negeri ini.
“Tapi negeri ini belum dan ini akan menjadi komitmen kami, bila Allah takdirkan maka salah satu orang pertama yang harus mendapat gelar pahlawan nasional adalah ibu Rahmah El Yunusiyyah, gelar yang tertunda terlalu lama dan menjadi tanda bahwa pejuang perempuan yang sesungguhnya yang sangat mengubah wajah tidak hanya Indonesia tapi global adalah Rahmah Elyunusiah,” kata dia.
Menurut dia, nama Rahmah El Yunusiah ini harus menjadi nama rujukan di seluruh Indonesia.
“Saya merasa sangat terhormat bisa hadir di 100 tahun Perguruan Diniyah Putri Padang Panjang, semua kekuatan politik yang ada harus mengusung ibu Rahmah Elyunusiah menjadi Pahlawan Nasional dan namanya harus menjadi nama yang familiar di semua tempat, agar semua orang bisa mengambil hikmah dari perjalanan hidupnya, sehingga para ibu dalam mendidik anaknya bisa mengambil contoh tidak jauh-jauh yaitu ibu Rahmah Elyunusiah,” jelas Anies.
Ia menambahkan generasi sekarang punya tanggung jawab moral yang besar untuk melanjutkan apa yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan bangsa ini seperti Rahmah El Yunusiah.
“Rahmah Elyunusiah memiliki dampak yang melampaui bangsa ini, contoh nama jalan Rasuna Said, tapi banyak yang tidak tahu tanpa didikan Rahmah Elyunusiah bangsa ini tidak akan punya perempuan sehebat Rasuna Said. Rasuna Said, salah seorang perempuan Indonesia yang dilarang bicara dan menulis, karena sekali ia menulis, ia bisa menggugah banyak orang, pada zaman penjajahan,” kata dia.
100 tahun perguruan Diniyah Putri Padang Panjang, menurut Anies, bagi sebuah lembaga pendidikan yang sudah berusia satu abad ini, memahami sejarah itu penting, mengerti sejarah itu penting, tapi membuat sejarah dimasa depan itu jauh lebih penting lagi.
“Santri-santri Diniyah Putri saat ini harus menjadi Rasuna Said baru dan menjadi pribadi penting ditempat masing-masing, sudah banyak tokoh-tokoh dan pengusaha besar nasional yang dilahirkan dari perguruan Diniyah Putri ini dan bagi santri tanamkan dalam hati dan bulatkan tekad untuk menjadi alumni yang membanggakan bagi Diniayh Putri dimasa yang akan datang.
Anies menekankan, menengok ke masa lalu untuk tahu apa yang sudah dikerjakan, menengok kedepan untuk membuat sejarah dan itu adalah tugas santri yang mengenyam pendidikan di perguruan saat ini.
Ia mengajak santri guru dan yayasan untuk mengambil hikmah dari 100 tahun perguruan Diniyah Putri.
“Kita punya kecendrungan kalau berusia panjang suka melek kebelakang, inshaa Allah Diniyah Putri Padang Panjang, menengoknya selalu kedepan, terus menegoknya ke masa yang akan datang,” kata Anies.
Sementara itu, pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri Fauziah Fauzan mengatakan, Konferensi Internasional dengan tema Rahmah El Yunusiyyah” On Islamic Education and Sosial Change, membahas tantang peran Rahmah El Yunusiyyah terhadap pendidikan Islam.
“Kita mengundang beberapa narasumber dalam konferensi ini, yakni dari mesir, malaysia dan salah satunya Anis Baswedan, karena keluarga Anis Baswedan dan Bunda Rahmah (sebutan untuk Rahmah El Yunusiyyah) sudah kenal sejak lama,” ungkap Fauziah Fauzan.
Terkait tantangan dari Anies Baswedan untuk melahirkan santri-santri seperti Rasuna Said, Fauziah Fauzan menyatakan sangat optimis mampu menjawab tantangan tersebut,.
“Saat ini semua santri Diniyyah Puteri sudah memiliki blueprint untuk mimpi besar mereka, hal itu menjadi landasan awal untuk para santri mewujudkan mimpi mereka dengan alur dan pedoman mereka sendiri dengan dukungan penuh dari para guru dan pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri,” ujar Fauziah Fauzan. (h/piz)





