PARIWISATA

Akselerasi Memacu Wisata Halal Sumbar

1
×

Akselerasi Memacu Wisata Halal Sumbar

Sebarkan artikel ini
Masjid Apung Samudra Ilahi di Pantai Carocok, Kabupaten Pesisir Selatan sebagai salah satu daerah percontohan pengembangan wisata halal. IST/Kemenparekraf

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Perkembangan wisata halal Sumatra Barat kian menggembirakan sebagai salah satu segmen wisata yang memiliki potensi yang cukup menjanjikan. Terlebih, Sumatra Barat berhasil menembus tiga besar dalam penilaian Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2023.

Capaian ini menjadi impus bagi pemerintah daerah untuk terus menggenjot pariwisata. Saat ini wisata halal Sumbar berada di bawah Nusa Tenggara Barat (NTB) di posisi pertama dan Aceh di peringkat kedua.

Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Luhur Budianda, mengatakan penghargaan itu merupakan bukti dari komitmen Sumbar dalam pengembangan pariwisata halal. Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) merupakan sebuah penilaian bagaimana perkembangan pariwisata halal dan aplikasi pariwisata halal di destinasi wisata. Kita dinilai berhasil dalam hal itu.

“Ya, Alhamdulillah, tahun ini kita berhasil menembus peringkat 3 besar dari 15 Provinsi lainnya di Indonesia yang dinilai oleh Kemenparekraf. Capaian ini tidak terlepas dari upaya yang telah kita lakukan selama ini untuk mengembangkan sektor pariwisata Halal di ranah Minang,” ujarnya kepada Haluan  Jumat (3/11).

Ia menyebut berdasarkan penilaian panitia, Sumbar memiliki beberapa kelebihan dalam pengembangan pariwisata halal di antaranya pergerakan yang luar biasa pentahelix pariwisata di Sumbar, ada peraturan yang mengatur pariwisata halal.

Kemudian tingginya komitmen kepala daerah untuk pengembangan industri halal, aktifnya dukungan dari media digital dan roadmap pariwisata dan kegiatan yang ramah Muslim.

Penilaian IMTI diikuti oleh 15 provinsi yang sudah diakui oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI bersama PPHI sebagai provinsi ramah Muslim dari 38 provinsi di Indonesia. Dari penilaian panitia Nusa Tenggara Barat berhasil mendapatkan peringkat pertama diikuti Aceh, Sumbar, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah.

Prestasi yang diterima Sumbar itu meningkat dari penilaian tahun 2020 yang menempatkan Sumbar pada posisi lima secara nasional. Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno dan diterima oleh Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Luhur Budianda di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Rabu.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara International Halal Tourism Summit (IHTS) 2023 yang merupakan bagian dari rangkaian acara The Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2023. ISEF 2023 diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Crescentrating, Bank Indonesia (BI), Komite Nasional Ekonomi Syariah (KNEKS), Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), dan Pusat Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI).

Baca Juga  Telkom Bagikan Dividen Rp16,6 Triliun

Tahun ini, Dinas Pariwisata Sumatera Barat juga telah menetapkan tiga daerah tujuan Wisata Halal, yakni Istana Baso Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar, Danau Kembar Kabupaten Solok, Islamic Center di Padang Panjang. Berbagai upaya percepatan terus dilakukan Dinas Pariwisata untuk mempersiapkan Wisata Halal seperti sosialisasi, Bimtek dengan Pentahelix Wisata Halal serta sertifikasi gratis terhadap 15 pelaku usaha yang terlibat dalam mensukseskan Wisata Halal Sumatera Barat.

Di samping itu, Pemerintah Provinsi juga telah meneberikan Peraturan Gubernur (Pergub) Sumbar Nomor 19 Tahun 2022 tentang Peraturan Pelaksanaan Perda Nomor 1 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pariwisata Halal.

Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Sumbar, Doni Hendra menambahkan, dari 674 destinasi wisata yang ada di Sumbar, enam diantaranya telah ditetapkan sebagai pilot project destinasi wisata halal melalui  Surat Keputusan (SK) Gubernur.

“Keenam Pilot Project Wisata Halal  yaitu Kawasan Istano Basa Pagaruyung Tanah Datar, Islamic Centre Padang Panjang, Danau Kembar Kabupaten Solok, Pantai Carocok dengan Masjid Terapung di Pessel, Masjid Al-Hakim Pantai Padang dan Geo Park Ngarai Sianok-Jam Gadang,” jelasnya.

Doni Hendra menjelaskan, 674 destinasi wisata yang ada di Sumbar, pada dasarnya telah mendekati kawasan wisata halal. Hal itu ditandai dengan ketersediaan lokasi beribadah yang mutlak ada di seluruh destinasi wisata.

Sementara indikator utama IMTI 2023 yang menjadi keunggulan bagi Sumbar, sebut dia, diantaranya adalah ketersediaan promosi pariwisata halal Sumbar lewat digital Book Pariwisata Sumbar.

“Sumbar dinilai berhasil menggencarkan promosi pariwisata halal secara digital. Kemudian kita juga telah sukses menyelenggarakan World International Entrepreneurs Summit. Acara ini menambah penilaian bagi Sumbar,” ucapnya.

Kesuksesan penyelenggaraan event-event skala internasional di Sumbar beberapa waktu lalu itu pun, lanjut Doni, juga ditunjang oleh telah adanya regulasi yang jelas, Yakninya Pergub No 1 tahun 2021 tentang pengembangan pariwisata halal.

Baca Juga  Zulfira Mirani Bersama Tim PNP, Sosialisasikan Penggunaan Bambu Sebagai Struktur Rumah Ramah Gempa

“Kedepannya, kita akan terus membenahi destinasi wisata yang ada di Sumbar agar semuanya bisa memenuhi  indikator pariwisata halal. Upaya ini perlu terus diperkuat dan digencarkan demi masa depan pariwisata halal Sumbar yang cerah,” tutupnya.

POTENSI BESAR

Sementara itu, Wakil Presiden (Wapres) RI Ma’ruf Amin saat kunjungan kerja ke Padang beberapa waktu lalu menilai Sumatra Barat memiliki berbagai faktor pendukung dalam mengembangkan dan menjadi produsen halal di level internasional. Ditambah dengan posisi Indonesia yang semakin kuat sepala pelopor ekonomi syariah di tingkat global.

“Sektor industri halal di Sumbar memiliki potensi yang sangat besar, dan terbukti dengan banyaknya produk halal khas Sumbar atau Minang yang mudah dijumpai di pasaran. Berkembangnya sektor industri halal ini tentu selaras dengan falsafah kearifan lokal Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK),” ucap.

Selain itu, sambungnya, kekayaan sumber daya alam (SDA), keunikan budaya, ragam kuliner halal, destinasi wisata halal, serta ragam jenis produk halal UMKM di Sumbar, turut menopang kemajuan industri halal di Ranah Minang.

“Segenap potensi yang sudah ada itu mesti terus dikembangkan. Sumatera Barat harus menjadi contoh dan menularkan semangat positifnya, agar kemajuan ekonomi dan keuangan syariah dapat juga terwujud di wilayah-wilayah lain di Indonesia,” katanya.

Selanjutnya, Wapres juga menekankan pentingnya asosiasi wirausaha muslim sebagai wadah bertumbuhnya wirausahawan yang unggul dan berkelas dunia.

“Kembangkan asosiasi wirausaha muslim global yang solid, sebagai wadah bertumbuhnya wirausaha berkarakter unggul dan berkelas dunia, termasuk bagi wirausaha pemuda dan perempuan,” imbaunya.

Di sisi lain, Ma’ruf menyadari masih banyaknya berbagai permasalahan global, seperti kesenjangan sosial dan tidak meratanya kesejahteraan yang membutuhkan penanganan serius dari para pemangku kepentingan.

“Penyelesaian persoalan ini adalah pilihan politis yang mesti dilakoni secara sadar dan sengaja, agar pembangunan yang dilaksanakan adalah pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan,” ujarnya. (h/fzi)