Ayo Baca Koran Harian Haluan

Edisi 1 Januari 1970
UTAMA

Nusantara Cooling System Sumbar, Cegah Polarisasi dan Perpecahan Jelang Pemilu 2024

0
×

Nusantara Cooling System Sumbar, Cegah Polarisasi dan Perpecahan Jelang Pemilu 2024

Sebarkan artikel ini
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Dwi Sulistyawan

PADANG, HARIANHALUAN.ID –  Jajaran Polda Sumbar siap untuk melaksanakan operasi Nusantara Cooling System (NCS) 2023-2024 di wilayah Sumatera Barat (Sumbar). Operasi tersebut bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya polarisasi atau perpecahan di tengah masyarakat selama pelaksanaan Pemilu tahun 2024 mendatang.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Dwi Sulistyawan, mengatakan, sampai saat ini, pihaknya masih terus mematangkan persiapan jelang pelaksanaan Operasi Nusantara Cooling System di Sumbar. “Persiapan meliputi pelatihan olah strategi Operasi Mantap Brata, hingga gelar simulasi  Sistem Pengamanan Kota atau Sispamkota. Persiapan telah dilakukan di seluruh Polres/Polresta Jajaran Polda Sumbar,” ujarnya kepada Haluan Senin (6/11) di ruang kerjanya.

Menurut Dwi, Operasi Nusantara Cooling System adalah operasi yang dilaksanakan langsung oleh Mabes Polri. Sementara jajaran Polda di daerah, telah diminta untuk ikut ambil bagian menyukseskan operasi ini di seluruh wilayah kerja masing-masing.

“Polda dan jajaran diarahkan untuk memastikan situasi di tengah masyarakat tetap sejuk,  adem dan kondusif selama pelaksanaan pemilu. Sejauh ini hal itu telah kita lakukan. Mungkin hanya tinggal menambah intensitasnya saja,” jelasnya.

Mantan Kapolres Sijunjung ini menambahkan, seluruh Satuan Kerja (Satker) jajaran Polda Sumbar, juga telah diminta untuk menyelipkan agenda-agenda sosialisasi pencerdasan politik kepada masyarakat dalam setiap pelaksanaan tugasnya. Pesan-pesan pencerdasan masyarakat dari bahaya hoaks, isu SARA, dan fanatisme buta itu, bahkan juga telah dijadikan sebagai agenda utama dalam kegiatan peringatan hari jadi Humas Polri ke 72 tahun yang diperingati Humas Polda Sumbar pada tanggal 30 Oktober kemarin.

Baca Juga  Opsi Pembayaran Via QRIS, Buat Pedagang Aman dari Pembeli Ngebon

“Saat peringatan Hari Jadi Humas beberapa waktu lalu, kita menggelar kegiatan pembagian air bersih, penanaman pohon, donor darah, maupun kegiatan sosial lainnya. Pada agenda itu, kita selipkan pesan-pesan menyejukkan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dwi juga mengatakan bahwa Mabes Polri dan Polda Sumbar telah memetakan potensi gangguan dan kerawanan yang mungkin bisa muncul dalam setiap tahapan Pemilu 2024 mendatang. Selain politik uang, sebut dia, masyarakat juga perlu mewaspadai munculnya berita-berita hoaks bermuatan SARA yang berpotensi akan menimbulkan perpecahan dan perselisihan di tengah masyarakat.

“Atas dasar itu, kami menghimbau agar masyarakat bisa ikut terlibat dalam mewujudkan Pemilu 2024 yang aman, damai dan sejuk. Sebab bagaimanapun, persatuan bangsa ini lebih penting dari segalanya, Jangan sampai masyarakat terpecah belah,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mengungkapkan, Operasi Mantap Brata merupakan kolaborasi antara Polri, TNI (Tentara Nasional Indonesia), kementerian/lembaga terkait, dan mitra kamtibmas untuk memastikan kelancaran dan keamanan Pemilu 2024.

“Sebagai dukungan terhadap Operasi Mantap Brata 2023-2024, Polri juga menggelar Operasi Nusantara Cooling System 2023-2024 untuk membangun narasi besar ‘Persatuan dan Kesatuan, serta Kemajuan Bangsa di Atas Kepentingan Kelompok‘,” kata Kapolri dalam sambutannya saat Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata 2023-2024 yang berlangsung di Monas, Jakarta Pusat, Selasa (17/10) lalu.

Kapolri menjelaskan Operasi Nusantara Cooling System 2023-2024 bertujuan untuk menghindari penyebaran berita palsu yang dapat mempengaruhi persatuan masyarakat. Dalam kerangka operasi ini, terdapat satuan tugas (satgas) yang akan mengawasi kegiatan terkait politik uang dan menjaga stabilitas selama Pemilu 2024.

Baca Juga  44 Sekolah di Padang Ikut Lomba UKS

“Kami bertekad untuk mengantisipasi polarisasi yang dapat disebabkan oleh hoaks, isu SARA, propaganda ‘firehose of falsehood’, dan kampanye hitam dengan dukungan dari Satgas Anti Money Politics serta Satgas Pemilu Damai,”  ucap Kapolri.

Jenderal Listyo Sigit  mengatakan, koordinasi, komunikasi, dan pertukaran informasi akan didukung oleh Command Center dari Mabes Polri hingga Polda di seluruh Indonesia, yang bertindak sebagai pusat kendali untuk mengintegrasikan data dan informasi serta mengatur personel pengamanan dari pusat hingga daerah.

Operasi Mantap Brata tahun 2023-2024 akan berlangsung selama 222 hari, dimulai dari 19 Oktober 2023 hingga 20 Oktober 2024. Operasi ini akan  melibatkan 261.695 personel di seluruh Indonesia untuk mengamankan seluruh tahapan Pemilu 2024. 

Selain itu, Polri telah mengatur pola pengamanan wilayah/zonasi bagi personel Korps Brimob Polri dan Dalmas Nusantara untuk memastikan keamanan yang lebih baik. Sebagai langkah tambahan, Polri telah menyiapkan 2.000 personel Brimob Power on Hand Kapolri dan 8.500 personel Dalmas Nusantara yang siap untuk mobilisasi di seluruh wilayah Indonesia.

Dengan langkah-langkah ini, Polri berkomitmen untuk memastikan bahwa Pemilu 2024 berjalan dengan aman dan tanpa polarisasi yang mengganggu persatuan bangsa. (h/fzi)