EkBis

140 Jemaah Umrah Arminareka Ikut Manasik di Pasaman Barat

1
×

140 Jemaah Umrah Arminareka Ikut Manasik di Pasaman Barat

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Pasbar Risnawanto bersama dengan pengurus PT Arminareka saat menghadiri manasik umrah di Hotel Gucci, Sabtu (4/11). OSNIWATI

PASBAR, HARIANHALUAN.ID – Sebanyak 140 jemaah  umrah PT Arminareka menghadiri manasik di Hotel Gucci, Sabtu (4/11). Penyelenggara haji dan umrah PT Arminareka ini sudah berusia 33 tahun melayani umrah dan haji plus.

Wakil Bupati Pasbar Risnawanto yang hadir pada saat itu memberikan semangat kepada jemaah yang akan berangkat beberapa waktu ke depan.

Wakil Bupati Risnawanto mengatakan bahwa motto yang di pegang oleh PT Arminareka “Pergi Tersenyum Pulang Bahagia” perlu di terapkan.

“Karena itu yang dicari. Atas nama pemerintah daerah kami mendukung masyarakat yang naik haji dan umrah,” ujarnya.

Baca Juga  BIM Tutup Akibat Erupsi Marapi, Ustazah Oki Setiana Dewi Tetap Hadir di Kajian Akbar ParagonCorp di Masjid Raya Sumbar Via Zoom

Dikatakannya umrah dan haji adalah impian banyak kaum muslim. Oleh karena itu animo  sangat tinggi dalam menjalankan rukun Islam yang ke-5 ini.

“Sebelum melaksanakan umrah dan haji rasanya masih ada yang kurang. Semoga rezeki selalu ada buat yang punya niat,”katanya.

Apalagi daftar tunggu untuk naik haji, kata Risnawanto cukup lama hingga sampai 25 tahun. Sedangkan masyarakat Kabupaten Pasaman Barat cukup tinggi keinginannya untuk umrah dan haji.

“Jemaah Kabupaten Pasaman Barat cukup banyak yang berangkat umrah dan haji. Itu tandanya keinginan mereka tinggi,” katanya.

Baca Juga  IOH dan Lintasarta Jalin Kerja Sama Strategis dengan Pemkab Tulang Bawang Barat Lampung dalam Implementasi Digitalisasi Faskes

Walaupun begitu, kata Risnawanto pelayanan kepada jemaah juga harus terus diperhatikan oleh penyelenggara umrah maupun haji sehingga jemaah merasakan pelayanan yang maksimal.

Apakah itu mulai dari transportasi, akomodasi dan makanan. Ini perlu menjadi perhatian sehingga jemaah puas dan ingin memberitahukan kepada masyarakat lainnya.

“Karena perjalanan umrah atau haji itu jauh. Makanan yang dimakan tidak sama dengan yang dimakan sehari hari. Tentunya perlu disesuaikan oleh penyelenggara,”katanya.(h/ows)