KABA RANAH

Desa Tanggap Konflik Satwa Liar, Bersama Pagari Jaga Hutan dan Satwa Nagari Pasie Laweh

0
×

Desa Tanggap Konflik Satwa Liar, Bersama Pagari Jaga Hutan dan Satwa Nagari Pasie Laweh

Sebarkan artikel ini
Wali Nagari Pasia Laweh, Kabupaten Agam, Zul Arfin, menerima penghargaan dari Menteri LHK, Siti Nurbaya, sebagai ‘Desa Tanggap Konflik Satwa Liar’ Rabu (8/11) di Jakarta. IST

“Kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah mendukung terutama pada BKPSDA yang sudah membimbing dari Sumbar sampai ke wilayah resort Maninjau dan juga kepada masyarakat nagari Pasia Laweh. Semoga ini akan memotivasi kita untuk kedepan agar jauh lebih baik dalam menjaga keanekaragaman hayati dimanapun berada,” kata Zul Arfin.

Sebelumnya, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh Kabupaten Agam, Sumbar, dianugerahi penghargaan kategori Desa Tanggap Konflik Satwa Liar yang diberikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Rabu (8/11).

Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumbar, Lugi Hartanto, bersama dengan Pejabat Eselon Lingkup KLHK dan Kepala UPT pusat Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) dari seluruh Indonesia yang ikut berpartisipasi dalam acara Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional  (HKAN) yang digelar paralel dan maraton di TWA Bukit Tangkiling.

Pada kesempatan tersebut, sebanyak 18 anugerah konservasi alam diberikan oleh Menteri LHK, Siti Nurbaya, kepada individu dan lembaga atas kontribusinya terhadap penguatan pengelolaan konservasi dan pembangunan di Bidang KSDAE. Salah satu mitra pengelolaan konservasi Balai KSDA  Sumbar turut menerima anugerah konservasi alam dengan kategori ‘Desa Tanggap Konflik Satwa Liar’ yaitu Desa/Nagari Pasia  Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, yang diterima langsung oleh Wali Nagari Pasia Laweh,  Zul Arfin Dt. Parpatih.

Acara tersebut mengusung tema ‘Hapungkal Himba Kalingu’ yang bermakna Jiwa yang Damai Dalam Harmoni Rimba Belantara. Peringatan HKAN Tahun 2023 diharapkan mampu menguatkan kesadaran mengenai betapa pentingnya menjaga dan hidup selaras dengan alam. “Peringatan HKAN merupakan salah satu upaya mengingatkan dan menggiatkan kita untuk terus berusaha melestarikan alam yang kita cintai agar tetap dapat menopang kehidupan bagi kita kini dan bagi anak cucu kita di masa depan,” kata Menteri LHK, Siti Nurbaya, Rabu (8/11).

Dalam sambutannya, Menteri LHK, Siti Nurbaya, mengingatkan bahwa konservasi keanekaragaman hayati dilakukan dalam berbagai level, baik genetik, spesies maupun ekosistem. “Artinya konservasi mencakup dimensi spesies dan landscape yang interconnected misalnya sebagai wilayah jelajah satwa. Kerja-kerja konservasi tidak hanya berfokus pada kawasan hutan konservasi menurut status hutan negara, tetapi pada berbagai area yang menjadi habitat tumbuhan dan satwa penting serta memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi,” tuturnya. (*)