Menurut Novrial, fenomena El Nino yang terjadi sejak beberapa waktu belakangan, turut berimbas terhadap hasil panen petani cabai di daerah sentra produksi di Pulau Jawa. Sementara pada waktu yang bersamaan, produksi cabai di sejumlah daerah sentra penghasil cabai di Sumbar juga mengalami penurunan akibat musim penghujan.
“Karena terjadi kekurangan pasokan, petani maupun pedagang cabe tentu mencari pasar yang betul-betul menguntungkan. Misalnya saja sentra cabe di Solok Selatan, Agam dan lain-lainnya yang tidak hanya memasok kebutuhan dalam daerah Sumbar. Namun juga memasok ke daerah lain di luar Sumbar yang harga jual cabenya relatif tinggi,” terangnya.
Novrial menambahkan, pihaknya bersama Satgas Pangan, akan segera melaporkan situasi terkait kondisi harga kebutuhan pokok di pasaran kepada Gubernur Sumbar untuk selanjutnya diambil langkah-langkah yang diperlukan.
“Pada intinya Disperindag Sumbar bersama petugas pemantauan harga di Kabupaten Kota terus melakukan pemantauan harga komoditas pokok. Data itu setiap harinya kita kompilasi dan akan kita sampaikan kepada Kabupaten Kota seandainya ada kenaikan harga komoditas yang signifikan,” pungkasnya. (h/fzi)














