PADANG, HARIANHALUAN.ID – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, bersama sejumlah kepala dinas kunjungan kerja (Kunker) selama lima hari ke Australia. Perjalanan dinas itu berlangsung mulai Senin (21/11) sampai Senin (27/11) mendatang. Dengan membawa misi budaya, investasi, ekonomi dan pariwisata, diharapkan plesiran ke Negeri Kanguru itu akan membawa dampak positif untuk Provinsi Sumbar ke depan.
Kepala Bagian (Kabag) Protokol Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Sumbar, Mursalim, mengatakan, selama di Negeri Kanguru, Gubernur Mahyeldi beserta rombongan membawa sejumlah misi penting bagi kemajuan Ranah Minang, terutama pada bidang investasi, pariwisata, perdagangan dan Kebudayaan.
“Agenda beliau (Gubernur, red) misi diplomasi budaya. Kunjungan itu juga merupakan tindak lanjut dari rencana menggaet penerbangan langsung dari Australia ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Apalagi Sumbar juga baru saja meresmikan Bandar Udara Mentawai (BUM),” ujar Mursalim kepada Haluan Senin (21/11) di Padang.
Menurut Mursalim, kunjungan kerja luar negeri ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Gubernur Mahyeldi dengan Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia, Penny Williams, di Jakarta Senin (13/11) lalu. Saat itu, kata Mantan Kasatpol PP Kota Padang ini, salah satu poin pembicaraan adalah terkait dengan upaya menggaet turis-turis dari Australia untuk terbang langsung ke BIM tanpa harus terlebih dahulu transit ke Jakarta.
“Jadi, para turis yang berasal dari Australia, bisa terbang langsung atau direct flight ke BIM untuk selanjutnya terbang langsung menuju BUM sehingga biaya perjalanan mereka lebih hemat. Ini merupakan cara kita untuk jemput bola potensi pariwisata, investasi dan lain sebagainya, “ ungkap Mursalim.
Selain itu, lanjut Mursalim, selama berada di Australia, Gubernur Mahyeldi juga telah dijadwalkan untuk bertatap muka bersama ratusan masyarakat perantau Minang yang ada di negeri Kanguru. Pada waktu bersamaan, Gubernur juga akan meresmikan sebuah Surau yang didirikan komunitas masyarakat perantau Minang di Australia di kawasan dekat ibukota Sydney.
“Jadi, akan ada peresmian Surau Minang sekaligus misi kebudayaan dan kerja sama lainnya. Untuk lebih lanjutnya silahkan kepada Kepala Dinas Kebudayaan yang memang ikut mendampingi. Saya sendiri kebetulan tidak ikut,” ucap Mursalim.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Syaifullah, mengatakan, dirinya berangkat ke Australia mendampingi Gubernur Mahyeldi bersama Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Adib Alfikri, Kepala Dinas Pariwisata Luhur Budianda, dan Kepala Dinas Perdagangan.
Selama berada di negeri Kanguru, setelah melaksanakan agenda pertemuan misi kebudayaan dengan Konsulat Jenderal RI di sana, rombongan dijadwalkan mengikuti pertemuan yang dimeriahkan penampilan seni budaya tradisi ranah Minang seperti Randai, Silek, tari dan dialog ke Minangkabau an dengan para diaspora perantau Minang Australia.
“Kemudian juga akan ada kunjungan ke Universitas New South Wales, dan Universitas Tazmania. kita menyampaikan, bagaimana caranya anak-anak muda Minang bisa kuliah dan mendapatkan beasiswa. Kemudian juga membicarakan bagaimana caranya agar bahasa Minangkabau dan bahasa Indonesia dibuka kan program studi disana,” katanya.
Selain membawa misi kebudayaan dan pendidikan, menurut Syaifullah Gubernur Mahyeldi dan rombongan juga telah dijadwalkan untuk bertemu dengan para investor dan pengusaha Australia di samping pengusaha minang yang ada di sana.
“Pertemuan dengan mereka ini membicarakan bagaimana caranya mereka bisa berinvestasi di Sumbar. Makanya perjalanan kali ini diikuti juga oleh Kadis DPMPTSP Adib Al Fikri, Kepala Dinas Perdagangan, Novrial, serta Kepala Dinas Pariwisata, Luhur Budianda,” ucapnya.
Syaifullah mengungkapkan, tidak lama lagi, di Australia juga akan digelar sebuah acara bernama Indonesia Expo. Kegiatan itu akan menampilkan produk-produk UMKM dari seluruh Indonesia termasuk dari Sumbar. “Terakhir juga akan ada event bernama Semalam Di Ranah Minang. Ini adalah penampilan seni budaya randai, tari piring dan penyanyi, Makanya kali ini kita juga membawa artis Minang Kintani, pengarang lagu minang Sexri Budiman beserta Husin Daruhan,” ujarnya.
Dalam salah satu agenda, lanjutnya, Gubernur Mahyeldi dan rombongan juga akan terlibat banyak pembicaraan dengan duta besar Indonesia yang ada di Australia. Pertemuan ini akan membicarakan budaya, pendidikan, ekonomi dan perdagangan. “Semoga misi kebudayaan, pendidikan, pariwisata dan ekonomi yang kita emban kali ini bisa berjalan dengan lancar serta membawa kemajuan bagi Ranah Minang,” tutup dia. (h/fzi/mg-ipt)





