“Program umum banyak, tapi untuk yang khusus atau yang ditonjolkan programnya tahun ini tidak ada. Beda dengan dulu, ada pembangunan masjid terapung. Kalau sekarang tidak, karena ada defisit anggaran jadi ditiadakan anggaran pembangunannya. Dinas PUPR saat ini hanya fokus pada pemeliharaan dan program rutinan saja,” katanya.
Menurutnya, anggaran yang minim menyebabkan Pemko Pariaman bersama ASN dan non-ASN yang ada melakukan gotong royong untuk melakukan perbaikan beberapa fasilitas. Salah satunya lintasan lari yang ada di GOR Rawang, Pariaman Tengah yang diperbarui tanpa anggaran daerah melainkan hasil badoncek.
“Sekarang saja contohnya, pembaruan lintasan lari di GOR Rawang, itu tidak ada anggarannya. Uangnya didapat dari hasil badoncek atau secara gotong royong,” tuturnya. (h/mta)





