Untuk menjawab tudingan fitnah kampanye negatif yang menerpa pasangan jagoannya ini, Andre meminta para Caleg partai koalisi untuk turun langsung dan membuka pintu dialog dengan masyarakat di kalangan akar rumput.
Ia meminta, para caleg memberikan gambaran dan penjelasan kepada masyarakat pemilih ihwal awal mula munculnya tudingan bahwa Prabowo telah berkhianat setelah memutuskan bergabung dengan kabinet Jokowi-Ma’ruf pascakekalahannya di Pilpres 2019 lalu.
“Jelaskan bahwa kondisi pasca Pilpres 2019, kondisinya sangat mengkhawatirkan. Pendukung Prabowo dan Jokowi saat itu hampir perang saudara. Gejala ini memang tidak terasa di Sumbar yang memang saat itu 80 persen adalah pendukung Prabowo, namun di daerah lain, pertempurannya sangat sengit bahkan telah memunculkan ancaman perang saudara,” jelasnya.
Atas dasar kegentingan demi menjaga keutuhan NKRI itu, lanjut Andre, Prabowo Subianto dan Joko Widodo akhirnya memutuskan untuk melakukan rekonsiliasi untuk menciptakan persatuan. Keputusan rekonsiliasi ini pun akhirnya terbukti berhasil membawa Indonesia berhasil melewati masa-masa sulit dan krisis.
“Dengan persatuan Prabowo dan Jokowi, Indonesia mampu melewati pandemi Covid-19. Bahkan Indonesia menjadi salah satu negara yang dipuji oleh WHO sebagai negara yang berhasil melakukan penanggulangan pandemi Covid-19,” ucapnya.
Selain itu, persatuan Prabowo dan Jokowi juga telah terbukti berhasil membawa Indonesia melewati ketidakpastian krisis energi dan pangan yang dipicu terjadinya perang antara Rusia-Ukraina, Palestina-Israel.





