“Di saat pertumbuhan ekonomi negara lain minus atau nol sekian persen, Ekonomi indonesia masih bisa tumbuh hingga 5,3 persen. Artinya, meski keputusan rekonsiliasi tidak bisa memuaskan semua pihak, tapi kita syukuri bahwa Indonesia lebih baik dari negara lain,” ucapnya.
Mengagumkannya lagi, sambung Andre Rosiade, rekonsiliasi politik yang dilakukan Jokowi-Prabowo pasca Pilpres 2019 yang menimbulkan polarisasi dukungan sedemikian parahnya di tengah masyarakat, bahkan juga telah menginspirasi timbulnya gerakan politik serupa di negeri jiran Malaysia.
“Rekonsiliasi politik yang terjadi di Indonesia bahkan dicontoh dan diadopsi oleh Malaysia, disana, partai Pakatan Rakyat dan Barisan Nasional yang selama ini seperti Tom & Jerry, Anjing dan Kucing , memutuskan rekonsiliasi setelah melihat keberhasilan Indonesia,” jelasnya.
Di penghujung orasi politiknya saat itu, Andre Rosiade juga meminta para pendukung Prabowo-Gibran di Sumbar untuk senantiasa berpolitik santun dan menghindari penggunaan kampanye negatif yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
“Kita sepakat bahwa Pilpres di Sumbar adalah Pilpres Badunsanak, Pilpres yang akan, damai, guyub dan santai. Apapun yang terjadi, senyumin saja. Kita berjuang memenangkan Prabowo Gibran untuk menjamin keberlanjutan pembangunan ekonomi Sumbar yang lebih baik,” pungkasnya. (h/mg-ipt/mg-drp/fzi)





