7 Letusan dan 40 Hembusan
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyampaikan erupsi Gunung Marapi masih terjadi hingga, Rabu (6/12).
Kepala Pos Pengamatan Gunungapi Marapi, Teguh Purnomo, menyampaikan, pada pukul 10.09 WIB, kembali terjadi erupsi namun tinggi kolom san abu tidak teramati. “Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 26,4 mm dan durasi kurang lebih 40 detik,” ujarnya.
Dalam keterangan tertulis, Teguh menyampaikan pengamatan Rabu (6/12) dari pukul 00.00 hingga 18.00 WIB, terjadi 7 letusan dan 40 hembusan. “Aktivitas kegempaan terjadi 6 letusan dengan Amplitudo 3.9-33.6 mm, dan durasi 30-49 detik. Kemudian 18 hembusan dengan Amplitudo 1.5-11.6 mm dan durasi 25-60 detik,” katanya.
Sebelumnya pada Minggu, (3/12) terjadi 36 letusan dan 16 hembusan. Senin (4/12) terjadi 10 kali letusan dan 50 kali hembusan. Dan Selasa (5/12) pukul 00.00-24.00 terjadi 6 kali letusan dan 110 kali hembusan.
Ia menambahkan, saat ini kolom erupsi tidak teramati karena tertutup kabut. Sedangkan tingkat aktivitas Gunung Marapi masih di Level II (Waspada). “PVMBG merekomendasikan masyarakat disekitar Gunung Marapi dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki Gunung Marapi pada radius 3 km dari kawah/puncak,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan secara meteorologis, cuaca mendung. Angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara 20.2 °C, kelembaban udara 91.3 persen, dan tekanan udara 682.5 mmHg. Secara visual kabut 0-I hingga kabut 0-III. Asap kawah bertekanan lemah hingga sedang teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 400 m di atas puncak kawah. Asap condong ke arah Barat, Barat daya dan Barat laut.





