Ayo Baca Koran Harian Haluan

Edisi 1 Januari 1970
UTAMA

Buntut Tewasnya 23 Pendaki Marapi, Polda Sumbar Segera Periksa BKSDA Sumatera Barat

1
×

Buntut Tewasnya 23 Pendaki Marapi, Polda Sumbar Segera Periksa BKSDA Sumatera Barat

Sebarkan artikel ini
Personel Sat Brimob Polda Sumbar dibantu masyarakat dan unsur relawan berhasil mengevakuasi jasad Siska Alfina, Mahasiswa UNP yang menjadi korban erupsi Gunung Marapi Rabu (6/12). Siska Alfina adalah jasad survivor terakhir yang berhasil dievakuasi tim gabungan dari areal sekitaran Puncak Gunung Marapi. IST/HUMAS

Waspada Ancaman Lahar Dingin

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sumbar, Rudy Rinaldy, menambahkan, pemerintah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, telah menetapkan masa tanggap darurat erupsi Gunung Marapi selama 7 hari ke depan. Masyarakat diminta untuk tidak mendekati puncak Gunung Marapi dalam radius 3 kilometer dari kawah.

“Terkait dengan ancaman lahar dingin yang bersumber dari gunung, PVMBG dan BMKG telah mengeluarkan statemen bahwa gunung Marapi berada di level II atau Waspada, kalau ada ancaman lahar dingin, statemen atau peringatan dininya akan dikeluarkan PVMBG dan BMKG,” ujarnya.

Baca Juga  Sumbar Menuju Pusat Industri Halal

Ia juga memastikan, seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan yang ada di daerah di sekitaran Gunung Marapi, juga telah disiagakan untuk melayani kesehatan masyarakat terdampak erupsi dan hujan abu vulkanik Gunung Marapi.

“Seluruh puskesmas telah disiagakan. Bagi masyarakat yang terdampak atau kecipratan guguran erupsi atau hujan abu vulkanik, segera melapor ke posko kesehatan yang telah kita sediakan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi, Ahmad Rifandi, mengingatkan, adanya ancaman bencana susulan pasca terjadinya erupsi freatik gunung Marapi yang terjadi sejak Minggu (3/12) kemarin,

Baca Juga  Kecelakaan Memakan 15 Orang Korban di Turunan Nagari Panyalaian, Ini Kronologisnya!

Ahmad Rifandi mengatakan, setelah terjadinya erupsi, banjir lahar dingin yang membawa muntahan material vulkanis, bisa saja melanda sejumlah aliran anak sungai yang berasal dan berhulu di puncak Gunung Marapi. “Untuk sementara masyarakat diminta untuk tidak mendekati sungai-sungai yang berhulu dari gunung Marapi, Karena lahar dingin berpotensi terjadi jika puncak Marapi diguyur hujan lebat,” ujarnya kepada Haluan Rabu (6/12).